// <![CDATA[USULAN RANCANGAN SISTEM PENGUKURAN KINERJA BERDASARKAN URAIAN JABATAN MENGGUNAKAN METODE HR SCORECARD]]> 0422037203 - Sugih Arijanto ST.,M.M Dosen Pembimbing 2 Dra. Indryanti Sunaryo, MSc Dosen Pembimbing 1 Selly Parlina/13-2002-042 Penulis
Itenas merupakan salah satu perguruan tinggi swasta di Bandung yang didirikan dan diselenggarakan oleh Yayasan Pendidikan Oayang Sumbi. Secara struktur ltenas terdiri dari 3 fakultas, salah satu fakultas yang ada di Itenas adalah Fakultas Teknologi Industri (FTI) yang dipimpin oleh seorang Dekan dan dibantu oleh 3 orang Pembantu Oekan (PO). Salah satu PO yang ada di FTI adalah PD II yang bertugas pada bagian kepegawaian, umum, dan keuangan. Tugas dari PD II merupakan penurunan dari visi, misi, dan tujuan yang ingin dicapai baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Cara untuk mencapai visi, misi, dan tujuan dilakukan dengan membuat strategi. Agar dapat menilai tingkat pencapaian tujuan yang telah dilakukan, maka dibutuhkan suatu a lat ukur yang dapat meni lai sejauh mana arah pencapaian tujuan yang telah dilakukan. Dalam pembuatan alat ukur ini diperlukan suatu indikator yang memperlihatkan tingkat pencapaian dari uraian jabatan dan strategi. Agar dapat menghasilkan indikator yang je las maka dibutuhkan kegiatan yang lebih rinci dari uraian jabatan yang akan dijalankan. Saat ini FTI dalam menilai kinerja yang mengarah ke pencapaian tujuan, dilakukan berdasarkan hasil dari evaluasi diri Fakultas. Tetapi untuk sistem pengukuran kinerja yang dapat menilai pencapaian tujuan dari uraian jabatan PD II belum ada. Hal ini mengakibatkan sulitnya untuk melihat tingkat keberhasilan dari PO II dan sulitnya juga untuk melihat peningkatan dan pengembangan kinerja dari PD II. Penelitian tugas akhir ini bertujuan untuk merancang sistem pengukuran kinerja untuk PO II berdasarkan uraian jabatan yang rinci menggunakan metode HR Scorecard, yaitu suatu metode pengukuran kinerja SOM dengan mengaitkan antara orang, strategi, dan kinerja dengan menggunakan empat dimensi pengukuran HR Scorecard. Keempat dimensi HR Scorecard terdiri dari hasil arsitektur SDM (HR Deliverable), High Performance Work System (HPWC). HR Alignmenl. dan HR Efficiency. Rancangan sistem pengukuran kinerja PO II menggunakan metode HR Scorecard terdiri dari 7 tahapan, tetapi pada penelitian ini dibatasi hanya sampai pada tahap ke 6, yaitu perancangan usulan kerangka HR Scorecard. Tahapan dari rancangan HR Scorecard pada penelitian ini yaitu: 1. Mendefinisikan strategi FTI secara jelas, yaitu menjelaskan mengenai masing-masing strategi dan menentukan level dari setiap strategi. Hal ini dilakukan supaya sumber daya manusia yang bersangkutan dapat memahami peran mereka dalam organisasi. 2. Membangun peran SDM untuk pencapaian strategi, yaitu me njabarkan peran SDM yang jelas untuk mengetahui mengapa dan bagaimana SDM dapat mendukung strategi organisasi. 3. Pembuatan peta strategi, yaitu menjawab pertanyaan pendahuluan dan mengelompokkan key success factor ke dalam 4 perspektif Balance scorecard yang kemudian dianalisis hubungan kausalnya dan digambarkan dalam bentuk peta. 4. Identifikasi HR Deliverable dalam peta strategi, yaitu mengidentifikasi HR Performance Driver dan HR Enabler. 5. Penyelarasan HR Ekstemal dan lntemal. Penyelarasan Internal: menilai hubungan keharmonisan antara sub sistem manajemen SDM satu dengan yang lain. Penye larasan Eksternal: Menilai seberapa besar HR Deliverable mendukung key success factor strategi organ isasi dan seberapa kuat sistem SDM memfasilitasi adanya HR Deliverable. 6. Perancangan usulan kerangka HR Scorecard, yaitu ukuran-ukuran keempat dimensi dalam HR Scorecard akan dijabarkan melalui strategi SDM yang disebut sebagai indikator utama (leading indicator) dan indikator hasil (lagging indicator). Hasil rancangan sistem pengukuran kinerja menggunakan metode HR Scorecard adalah leading indicator (indikator utama) dan lagging indicator (indikator hasil) yang merupakan alat ukur untuk setiap kegiatan rinci uraian jabatan PD II.