// <![CDATA[STUDI KINETIKA REAKSI DARI INVERSI SUKROSA MENJADI GLUKOSA DAN FRUKTOSA DENGAN KATALIS HCI]]> Marthen Luther Doko, Ir., MT Dosen Pembimbing 1 Deasy Widyastri, S.T. Dosen Pembimbing 2 Delima Diah Bestari/14-2000-025 Penulis Yuyu Wahyu/14-2000-052 Penulis 2
Sukrosa yang banyak terkanclung dalam gula pas1r, biasa digunakan sebagai pemanis dalam makanan atau minuman. Tetapi apabila sukrosa ini dihidrohsis akan diperoleh fruktosa yang tingkat kemanisannya lebih tinggi. Kelebihan dari fruktosa adalah tidak dipergunakan sebagai zat makanan oleh tubuh tetapi dapat memberikan rangsangan manis yang tinggi pada lidah. Salah satu cara untuk memperoleh fruktosa dari suktosa adalah dengan cara menghidrolisis larutan sukrosa. Hidrolisis dengan menggunakan katalis asam (HCI) dilakukan pada pH sekitar 3-5 dengan tempcratur berkisar antara 40-80 °C, waktu inversi sekitar 10-50 menit, dengan konsentrasi umpan sekitar 20% (w/w). Hidrolis menggunakan katalis asam lebih menguntungkan dari pada menggunakan katalis enzim. Disamping harga katalis asam lebih murah, kondisi operasi hidrolisis dengan menggunakan katalis asam pun t:dak terlalu rumit untuk dikerjakan, berbeda dengan katalis enzim yang efektivitfls kerjanya sangat dipengaruhi oleh kondisi operasi reaksi. Penelitian bertujuan untuk mempelajari dan mengetahui kinetika reaksi inversi sukrosa dengan mengamati pengaruh temperatur reaksi dan pH hidrolisis . Dengan menggunakan data percobaan dan melakukan linierisasi terbadap persamaan laju reaksi akan diperoleh konsentrasi sukrosa setiap waktunya. Konsentrasi sukrosa yang didapat dari hasil percobaan dibandingkan dengan hasil simulasi menggunakan persamaan differensial dengan fungsi ode23 pada piranti MatlabTM. Harga energi aktifasi (Ea) yang di dapat sebesar 55376.23 J.mor1.K-1 dan harga faktor frekuensi (Au) seoesar 270492.5Y J.mor1 x-l . Reaksi inversi dilakukan dengan mcnggunakan reactor batch dalam waterhath sehingga temperatur operasi dapat dijaga konstan. Pengukuran konsentrasi sukrosa dilakukan dengan menggunakan alat polarimeter.