// <![CDATA[STUDI ANALISIS TERlVIAL INTERAKSI ADITIF UNTUK MENINGKATKAN MASA PAKAI PELUMAS SINTETIK EPG]]> Dicky Dermawan, ST., MT. Dosen Pembimbing 1 Ronaldo Reagan/14-2000-020 Penulis Deden Agus/14-2000-007 Penulis 2
Pada penelitian ini digunakan analisis termal dengan TG/DTA sebagai metode altematif untuk screening test pada formulasi awal peningkatan ketahanan oksidasi ester poliglsierol - estolida asam oleat (EPG). Dipelajari pengaruh sulfurisasi, penambahan radical scavenger fenolik 4,4' -methylenebis (2,6-ditertbutylphenol) (MBP), radical scavenger aminik phenyl-a-napthylamine (PNA), radical scavenger fenolikhydroperoxide decomposer 2,2' -thiobis-tert-octylphenol (TBP), serta campurannya terhadap ketahanan oksidasi EPG. Beberapa formula diuji pula dengan bench test Indiana -Stirring oxidation test (ISOT) sebagai bahan perbandingan. Hasil-hasil penelitian menunjukkan bahwa 11V DTA dapat digunakan sebagai ukuran bagi intensitas oksidasi. Penilaian ketahanan oksidasi dengan TG/DTA berkorelasi positif dengan uji ISOT, sehingga analisis termal layak digunakan sebagai metode alternatif. Akan tetapi, analisis termal dapat mengarahkan pada interpretasi yang keliru bila terjadi reaksi kombinasi bersifat eksotermik yang menghambat oksidasi. TG/DT A juga berhasil menyingkap kemungkinan bahwa gugus -S- pada sulfUrized EPG memberikan efek stabilisasi melalui reaksi langsung dengan 0 2 dari udara. MBP dan PNA berfungsi dengan baik sebagai radical scavenger dalam menghambat oksidasi EPG. Interaksi sinergis yang diharapkan dari sifat ganda TBP sebagai hydroperoxide decomposer dan radical scavenger fenolik tidak teijadi karena adanya interaksi dengan ikatan rangkap yang dikandung EPG. Akan tetapi, interaksi sinergis diperoleh pada penggunaan MBP pada sulfUrized EPG. Penambahan PNA pada formulasi terakhir ini menambah efek kestabilan melalui regenerasi PNA yang melibatkan gugus -S- pada sulfUrized EPG. Akan tetapi, sifat eksotermik dari reaksi ini mengakibatkan naiknya kurva DTA sehingga mengesankan teijadinya penurunan kestabilan.