Detail Cantuman

PENGARUH pH SUBSTRAT DAN TEMPERATUR FERMENTASI TERHADAP PRODUKSI ETANOL SECARA BATCH DENGAN SCHIZOSACCHAROMYCES POMBE DAN BATU APUNG SEBAGAI MEDIA PENAMBAT

PENGARUH pH SUBSTRAT DAN TEMPERATUR FERMENTASI TERHADAP PRODUKSI ETANOL SECARA BATCH DENGAN SCHIZOSACCHAROMYCES POMBE DAN BATU APUNG SEBAGAI MEDIA PENAMBAT


Etanol merupakan senyawa organik yang dapat digunakan sebagai pelarut, minuman, bahan baku untuk membuat senyawa organik lainnya, dan sebagai bahan bakar otomotif. Pembuatan etanol dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu secara sintetik (misalnya reaksi reduksi aldehida) dan secara fermentasi melalui aktivitas mikroorganisme. Proses pembuatan etanol secara fermentasi telah dilakukan sejak ribuan tahun yang lalu dengan menggunakan bahan yang mengandung karbohidrat sebagai bahan bakunya. Fermentasi glukosa menjadi etanol dilakukan dengan menggunakan mikroorganisme yang tergolong kedalam jenis aerobik fakultatif, yaitu bakteri dan ragi. Namun penggunaan ragi sebagai biokatalis lebih sering dilakukan, karena ragi lebih mudah dikembangbiakkan dan lebih mudah dikontrol pertumbuhannya. Ragi yang digunakan dalam proses fermentasi etanol ini adalah Schizosaccharomyces Pombe. Kesulitan yang sering dijumpai dalam proses fermentasi yaitu dalam pemisahan produk dari ragi yang digunakan. Metoda sel tertambat (Immobilized Cells) dianggap dapat mengatasi kesulitan tersebut, dan penggunaan batu apung sebagai media penambat dapat dijadikan alternatif. Dalam penelitian yang kami lakukan, fermentasi glukosa menjadi etanol secara batch dilakukan dalam fermentor berupa labu erlenmeyer yang dilengkapi dengan leher angsa, dengan volume kerja 250 ml dan ragi yang ditambatkan pada batu apung (20 gr, mesh 30-40) dalam keadaan tersuspensi. Variasi pH yang digunakan yaitu 2,5 ; 4,5 dan 6,5 dengan variasi temperatur yaitu temperatur ruang (28 ° C), 34 ° C dan 3 8 ° C. Fermentasi etanol secara batch berlangsung pada kondisi anaerob dengan waktu
fermentasi selama 4 hari (96 jam), dan jumlah sel yang tertambat 2.65 x 107 sel/ml. Kondisi terbaik pada penelitian ini terjadi pada pH substrat 4,5 dan temperatur fermentasi 34°C yang menghasilkan konsentrasi etanol sebesar 45,9987 (%v/v), produktivitas sebesar 3,7819 (gr/lt/jam) dan yield sebesar 5,86(%b/b).


LOADING LIST...

LOADING LIST...

Detail Information

Bagian Informasi
Pengarang Gita Amalia/14-2002-019 - Personal Name
Ronny Kurniawan, S.T, M.T. - Personal Name
Vinny Keumala Dewi/14-2002-034 - Personal Name
No. Panggil 240TK/06
Subyek
Fakultas FTI
Tahun Terbit 2006
Jurusan Teknik Kimia
Deskripsi Fisik
Info Detil Spesifik

  Tags :

Citation

. (2006).PENGARUH pH SUBSTRAT DAN TEMPERATUR FERMENTASI TERHADAP PRODUKSI ETANOL SECARA BATCH DENGAN SCHIZOSACCHAROMYCES POMBE DAN BATU APUNG SEBAGAI MEDIA PENAMBAT().Teknik Kimia:FTI

.PENGARUH pH SUBSTRAT DAN TEMPERATUR FERMENTASI TERHADAP PRODUKSI ETANOL SECARA BATCH DENGAN SCHIZOSACCHAROMYCES POMBE DAN BATU APUNG SEBAGAI MEDIA PENAMBAT().Teknik Kimia:FTI,2006.Text

.PENGARUH pH SUBSTRAT DAN TEMPERATUR FERMENTASI TERHADAP PRODUKSI ETANOL SECARA BATCH DENGAN SCHIZOSACCHAROMYCES POMBE DAN BATU APUNG SEBAGAI MEDIA PENAMBAT().Teknik Kimia:FTI,2006.Text

.PENGARUH pH SUBSTRAT DAN TEMPERATUR FERMENTASI TERHADAP PRODUKSI ETANOL SECARA BATCH DENGAN SCHIZOSACCHAROMYCES POMBE DAN BATU APUNG SEBAGAI MEDIA PENAMBAT().Teknik Kimia:FTI,2006.Text

 



Homepage Info

Koleksi  ETD adalah merupakan Tugas Akhir mahasiswa Itenas dalam menempuh program Sarjana/Magister. Seluruh isi dari Tugas Akhir adalah merupakan tanggung jawab penulis sepenuhnya.

Koleksi


Total ETDs : 20322

Total Kunjungan: 26011 dari Maret 2018

Media Sosial / Kanal

Address

UPT Perpustakaan Itenas
Jl. PKH. Mustopha No.23
Bandung 40124, Indonesia
Phone: +62-22-7272215,
email: libary[at]itenas.ac.id