// <![CDATA[ANALISIS KEMUDAHAN PENGGUNAAN MESIN MILLING CNC 5 AXIS]]> Ir. Yuniar, MT. Dosen Pembimbing 1 Cahyadi Nugraha, ST., MT. Dosen Pembimbing 2 DINI JUSIDIRA/13-2002-051 Penulis
Salah satu perkembangan teknologi yang banyak dilakukan perusahaan adalah perubahan sistem manual menjadi sistem terotomasi. Salah satunya adalah peningkatan pelayanan dibidang teknologi dengan menciptakan produk, peralatan elektronik, dan bahkan peralatan nunah tangga yang berbasis komputerisasi. Tetapi kebanyakan produk tersebut didatangkan dari luar negeri dan hanya mengandalkan manual book untuk memahami penggunaannya. lmplikasi yang tetjadi adalah produ.k tersebut tidak dapat digunakan secara maksimal. Saat ini kebanyakan produ.k yang dibuat hanya berfokus pada aktivitas produk, bukan sistem yang terintegrasi pada interaksi manusia dengan produk tersebut (human' interface). Proyek Pusat Pengembangan Industri Pengerjaan Logam (Metal Industries Development CentreJMIDC) yang saat ini beralihstatus menjadi BBLM adalah salah satu sarana teknis dalam melakukan pembinaan dan pengembangan kemampuan operator dalam memberikan pelayanan pada industri. BBLM telah menerapkan sistem terotomasi dengan penggunaan Mesin Milling CNC 5 Axis yang disebut "The Hermie C 800 U' dari Jerman. Untuk memaksimalkan penggunaan Mesin Milling CNC 5 Axis ''The Hermie C 800 U", dalam penelitian ini dilalrukan suatu pengujian untuk melihat tingkat kemudahan penggunaan Mesin Milling CNC 5 Axis ''The Hermie C 800 U''. Analisis dari output pengujian ini akan menghasilkan rekomendasi agar mesin dapat digunakan secara maksimal sehingga lebih dapat mendukung pekejaan operator. Pengujian yang merujuk pada man-machine system mesin ini dilakukan dengan memberikan Background Questionnaire, Product Value Questionnaire, dan Written Posttest Questionnaire serta melakukan simulasi berkaitan dengan persepsi partisipan (operator). Esensinya, suatu pengujian terhadap kemudahan penggunaan suatu produ.k atau sistem dilakukan untuk memaksimalkan penggunaannya, demikian pula halnya dengan Usability TesUng. Hal ini dilakukan untuk melihat tingkat kemudahan penggunaan produk dilihat dari empat faktor yaitu: manfaat (seberapa tinggi tingkat keberhasilan pengguna menyelesaikan tugasnya dengan produk tersebut), efektivitas (seberapa mudah suatu produk dapat digunakan), kemudahan pembelajaran terhadap produk tersebut, dan tingkah laku pengguna mengenai persepsi, perasaan, dan opini pengguna terhadap produk tersebut (Rubin, 2000). Langkah-langkah pada Usability Testing terdiri dari 6 tahap yaitu pembentukan tes perencanaan, pemilihan partisipan, penyusunan material tes, pelaksanaan tes (pengujian), pelaksanaan tanya jawab dengan partisipan (debriefing), dan penyusunan transformasi data kedalam bentuk penemuan dan rekomendasi. Dalam simulasi akan terlihat sejumlah tugas pada pengaplikasian mesin yang dianggap bermasalah. Setelah source of error masing-masing tugas diketahui, tahap selanjutnya adalah menentukan prioritas masalah berdasarkan keadaan kritis (criticality). Criticality dalam usability testing didefinisikan sebagai kombinasi antara tingkat kesulitan masalah (severity) dan besarnya peluang suatu masalah dapat teratasi (probability of occurrence). Berdasarkan basil perhitungan, maka urutan tugas simulasi yang harus diperbaiki adalah setting benda kerja, pembuatan program NC, editing program pada control panel, dan setting tools (pahat). Metoda Series 7 Analyzer pada tahap akhir pengolahan data berfungsi untuk menghasilkan karakteristik Mesin Milling CNC 5 Axis "The Hermie C 800 U" yaitu memiliki tingkat kompleksitas yang tinggi, berteknologi tinggi, terpercaya, mudah digunakan, aman, berkualitas tinggi. memiliki diinensi yang besar, dan relatif disukai oleh pengguna (operator).