<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="15742">
<titleInfo>
<title><![CDATA[MODEL VEHICLE ROUTING PROBLEM WITH MULTIPLE TRIPS AND INTERMEDIATE FACILITY MENGGUNAKAN ALGORITMA SEQUENTIAL INSERTION]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Ir. Lisye Fitria., MT.</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Puti Andamsuri/13-2002-054</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penulis</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Suprayogi.,Ph.D</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Teknik Industri]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[FTI]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2007]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[0]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[en]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[English]]></languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Text]]></form>
<extent><![CDATA[]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Sampah merupakan bahan yang terbuang atau dibuang dari sumber hasil aktifitas manusia maupun alam yang belum memiliki nilai ekonomis. Pengangkutan sampah mempakan proses pemindahan sampah ke tempat-tempat pembuangan (biasanya pernbuangan akhir) menggunakan kendaraan pcngangkut sampah. Sistem pengangkutan dan pcngolahan sampah di kota Bandung saat ini dilaksanakan dalam bentuk Badan Usaha Milik Daerah yang dikelola oleh Dinas Kebersihan. Sistem yang ada sekarang ini adalah: KUMPUL - ANGKUT - BUANG yang dimulai dari truk atau kendaran pengangkut sampah berangkat dari depot berdasarkan wilayah operasional masing-masing, yaitu wilayah Bandung Barat, Bandung Tengah, dan Bandung Timur, kemudian menuju TPS-TPS yang sesuai dengan wilayah operasionalnya. Truk tersebut mengangkut sampah di tiap TPS hingga mencukupi batas dari kapasitas kendaraan. Kemudian menuju TP A untuk membongkar muatan sampah. Pennasalahan sistem pengangkutan sampah meliputi pertimbangan rute kendaraan, jumlah kendaraan, serta penjadwalan kendaraan. Pennasalahan ini kemudian rnenjadi pennasalahan Vehicle Routing Problem (VRP). Pada penelitian ini akan menggunakan pengembangan dari model VRP untuk menyelesaikan masalah penentuan rute pengumpulan dan pengangkutan sampah. Pengembangan dari model VRP tersebut akan menambahkan adanya intermediate facility, yaitu TPA. Sehingga model VRP dalam penentuan rute ini rnenggunakan model Vehicle Routing Problem with Multiple Trips and Intermediate Facility (VRPMTIF).
Teknik pemecahan untuk memecahkan model VRPMTIF tersebut menggunakan algoritma sequential insertion. Ide dasar dari algoritma ini adalah menyisipkan (memasukkan) pelanggan-pelanggan yang belum ditugaskan pada rencana rute saat ini pada posisi yang terbaik. Berkaitan dengan algoritma sequential insertion untuk VRPMTIF ini terdapat dua penetapan aturan yang penting pada penelitian ini, yaitu memilih pelanggan yang merniliki waktu tempuh terdekat dari depot atau intermediate facility, dan memilih pelanggan yang rnemberikan waktu penyelesaian tur terkecil. Pencarian urutan kunjungan pada penelitian ini memiliki tujuan untuk rneminimumkan
jumlah kendaraan serta meminimumkan total waktu penyelesaian. Setelah mendapatkan model yang diinginkan, kemudian menerapkan teknik pemecahan yang telah dikembangkan pada perrnasalahan pengangkutan sampah di kota Bandung. Hasil penerapan yang didapatkan bahwa ketiga wilayah, yaitu Bandung Barat, Bandung Tengah, dan Bandung Timur memiliki jumlah tur yang sama untuk tiap aturannya, yaitu masing-masing sebanyak 3, 5, dan 24 tur.</note>
<classification><![CDATA[]]></classification><identifier type="isbn"><![CDATA[]]></identifier><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Open Source ETD System]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[881TI/07]]></shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1"><![CDATA[881TI/07]]></numerationAndChronology>
<sublocation><![CDATA[My Library]]></sublocation>
<shelfLocator><![CDATA[881TI/07]]></shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="16658" url="" path="/132002054_881TI-07.pdf" mimetype="application/pdf"><![CDATA[MODEL VEHICLE ROUTING PROBLEM WITH MULTIPLE TRIPS AND INTERMEDIATE FACILITY MENGGUNAKAN ALGORITMA SEQUENTIAL INSERTION]]></slims:digital_item>
</slims:digitals><recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[15742]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2023-08-14 14:48:25]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2023-08-15 16:15:17]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>