// <![CDATA[UPAYA PENINGKATAN MOTIVASI KERJA PEGAWAI SEKSI PENCATAT METER AIR (STUDI KASUS PDAM WILAYAH TIMUR KOTA BANDUNG)]]> Dr.Ir.Indryati Soenaryo, Msc Dosen Pembimbing 1 0422037203 - Sugih Arijanto ST.,M.M Dosen Pembimbing 2 YAYUK DWI RACHMAWATI/13-2001-130 Penulis
Bagian Hubungan Langganan khususnya pada Seksi Pencatat Meter Air merupakan salah satu bagian yang berperan penting terhadap kepuasan pelanggan. Melalui peran pegawai Seksi Pencatat Meter Air, PDAM dapat meningkatan pendapatan perusahaan karena diperoleh infonnasi bahwa sumber dana terbesar PDAM berasal dari pelanggan. Dari hasil wawancara diperoleh informasi bahwa hambatan teknis yang sering tetjadi di lapangan adalah babwa sebagian besar pegawai, menghadapi hambatan dalam membaca dan mencatat angka meteran akibat gangguan teknis. Sedangkan hambatan non-teknis yang sering terjadi, karena adanya ketidakpuasan terhadap unsur-unsur yang tercakup dalam kebijakan perusahaan yang berkaitan dengan manajemen Sumber Daya Manusia sehingga hal tersebut dapat mengakibatkan penurunan morivasi kerja Oleh karena itu, dalam penelitian ini bertujuan uotuk memberikan usulan tentang upaya-upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan motivasi ketja pegawai Seksi Pencatat Meter Air. Penelitian ini dilakukan dengan menyebarkan kuesioner secara langsung kepada para pegawai Seksi Pencatat Meter Air Wilayah Timur, khususnya yang bertugas di lapangan sebanyak 39 orang. Penelitian dilakukan berdasarkan pada teori kebutuhan yang dikemukakan oleh Abraham Maslow. yang terdiri dari kebutuhan fisiologis. kebutuhan keamanan. kebutuhan sosiologis. kebutuhan penghargaan dan kebotuhan aktualisasi diri. Adapun metoda yang digunakan antara lain. analisis korelasi antara profil pegawai Seksi Peocatat Meter Air dengan tingkat kepentingan maupun tingkat kepuasannya. uji ANOVA untuk rata-rata tingkat kepentingan maupun tingkat kepuasan setiap item pernyataan untuk tiap hierarki kebutuhan Maslow, pemetaan kedalam Importance Performance Matrix dan perhitungan nilai ketidakpuasan terbobot untuk setiap item pernyataan. Untuk metoda analisis korelasi ternyata profil umur memiliki nilai koefisien korelasi yang sedang, profit tingkat pendidikan memiliki nilai koefisien korelasi yang tinggi, profil masa keria memiliki nilai koefisien korelasi yang rendah dan untuk profit tingkat golongan kerja memiliki nilai koefisien korelasi yang tinggi. Untuk uji ANOVA ternyata setiap item pernyataan untuk tiap tingkatan teori kebutuhan Maslow, bai untuk rata-rata tingkat kepentingan maupun tingkat kepuasannya tidak terdapat perbedaan nilai secara signifikan. Dan langkah terakhir dilakukan penerapan konsep Importance Performace Matrix yang difokuskan pada kuadran 1 dan perhitungan nilai rata-rata ketidakpuasan terbobot untuk mengetahui prioritas perbaikan utama. Hasil pengolahan data menunjukkan hal-hal sebagai berikut, metoda analisis korelasi untuk semua profil pegawai Seksi Pencatat Meter Air yang diteliti yaitu profit umur, tingkat pendidikan, masa kerja dan tingkat golongan kerja memiliki korelasi yang signifikan dengan tingkat kepentingan unsur-unsur yang tercakup dalam kebijakan perusahaan, yang berkaitan dengan manajemen Somber Daya Manusia menumt persepsi pegawai Seksi Pencatat Meter Air, dan tingkat kepuasannya terhadap unsur-unsur yang tercakup dalam kebijakan tersebut. Untuk uji ANOVA, ternyata tidak terdapat perbedaan yang signifikan untuk. tiap tingkatan teori kebutuhan Maslow, dalam kaitannya dengan rata-rata tingkat kepentingan maupun tingkat kepuasan watuk setiap item pernyataan. Sedangkan untuk importance Performace Matrix,, yaitu berdasarkan hasil perhitungan nilai rata-rata ketidakpuasan terbobot yang sudah diolah untuk item pemyataan yang berada pada kuadran r, terdapat item pernyataan yang mempunyai nilai rata-rata ketidakpuasan terbobot dari nilai yang terbesar sampai dengan nilai yang terkecil. Prioritas pertama yang perlu mendapatkan perhatian dari pihak PDAM ada1ah Vl, yaitu kepuasan pegawai Seksi Pencatat Meter Air terhadap kenaikan gaji memiliki nilai kepuasan yang rendah, V2 yaitu kepuasan pegawai Seksi Pencatat Meter Air terhadap standar gaji memiliki nilai kepuasan yang rendah, V35 yaitu kepuasan pegawai Seksi Pencarat Meter Air terhadap variasi dan tantangan dalam pekerjaan yang diterima, memiliki nilai kepuasan yang rendah dan upaya yang dapat dilakukan dalam hal ini adalah dengan adanya sistem rotasi wilayah pencatatan meter per tiga bulan sekali.