// <![CDATA[PERBANDINGAN METODE DIPHONE CONCATENATION DAN ALGORITMA SONIC PADA TEXT TO SPEECH]]> 0404057502 - Youllia Indrawaty Nurhasah, ST., MT. Dosen Pembimbing 2 0426097801 - Jasman Pardede S.Si., MT. Dosen Pembimbing 1 Raden Rakha Agung Trimanda / 15-2012-012 Penulis
Proses perubahan dari katamenjadi suara terdapat beberapa metode, salah satunya metode diphoneconcatenation dan algoritma sonic. Dengan metode ini kata yang dimasukandipenggal menjadi sebuah diphone. Diphone merupakan gabungan dari dua buahfonem. Sebagai contoh, jika kata yang dimasukan adalah “kamu” maka, diphoneyang tercipta adalah _k, ka, am, mu, serta u_ dimana _ (underscore) diartikansebagai space dan tidak memiliki bunyi. Setelah tercipta diphone, sebgai sistemmemanggill segmen bunyi yang mewakili diphone tersebut untuk menjadi satukesatuan bunyi. Jika algoritma sonic merupakan salah satu algoritma yang dapatmengubah pitch, speed, volume, serta rate dari file suara. Pada algoritma sonictidak dilakukan pemenggalan kata menjadi diphone. Segmen bunyi yang dibunyikanberdasarkan kata yang dimasukan oleh user. Sebagai contoh, kata yang dimasukan “kamu”maka sistem akan memanggil segmen bunyi yang mewakili kata tersebut. Berdasarkan penelitianyang dilakukan terhadap 20 sample kata-kata Bahasa Indonesia, sistem text tospeech dengan metode diphone concatenation memiliki tingkat keberhasilan hanya30% dikarenakan sistem perlu memenggal kata menjadi diphone kemudian digabungkankembali, sedangkan jika menggunakan algoritma sonic memiliki keberhasilanmencapai 100% dikarenakan segmen bunyi yang dibunyikan berdasarkan kata yangdimasukan sehingga tidak diperlukan proses pemenggalan kata menjadi diphone.