UJI EKSPERIMENTAL VISKOSITAS DAN SOLUBILITAS CAMPURAN REFRIGERAN R-22, HCR-22, HCR-22+LFs DAN OLI PADA SISTEM PENDINGIN
Seiring dengan semakin ketatnya pelarangan penggunaan refrigeran CFC di masyarakat internasional, maka sebagian pihak mulai mencari refrigeran alternatif sebagai pengganti refrigeran CFC. Salah satu yang menjanjikan adalah refrigeran hidrokarbon karena memiliki sifat hemal energi, tidak beracun, nilai ODP nol (0), GWP yang rendah, dan lebih ramah lingkungan. Penelitian mengenai kemungkinan aplikasi refrigeran hidrokarbon sudah sejak lama dilakukan. Tetapi, penelitian mengenai sifat viskositas dan solubilitas antara campuran refrigeran dan oli belum banyak dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat seberapa jauh perubahan viskositas dan solubilitas campuran akibat penggantian refrigeran R-22 dengan refrigeran hidrokarbon. Pada penelitian ini akan dilakukan serangkaian pengujian viskositas dan solubilitas antara campuran refrigeran dan oli pada berbagai temperatur yang bervariasi. Campuran refrigeran dan oli yang di uji adalah : R-22 dan Suniso 3GS, R-22 dan Suniso 4GS, R-22 dan Suniso 5GS, HCR-22 dan Suniso 3GS, HCR-22 dan Suniso 4GS, HCR-22 dan Suniso 5GS, HCR-22+LFS dan Suniso 3GS, HCR-22+Lr-·s dan Suniso 4GS, HCR-22+LFS dan Suniso 5GS. Alasan pemakaian oli Suniso pada pengujian ini karena oli tersebut umum digunakan pada sistem refrigersi di masyarakat. Pada umumnya oli yang digunakan untuk sistem refrigersi R-22 adalah oli Suniso 3GS dan oli Suniso 4GS. Prosedur pengujian viskositas didasarkan pada ASTM D-445 yang dimodifikasi. Pengujian viskositas dilakukan dengan mengalirkan campuran refrigeran dan oli melalui saluran pipa berdiameter 2,5 mm. Pengamatan dilakukan terhadap perubahan tekanan dan waktu. Besaran-besaran yang diperoleh kemudian dimasukan kedalam persamaan Hagen Poiseuille. Pengujian solubilitas dilakukan dengan melihat perbedaan volume campuran refrigeran dan oli yang larut dengan volume total campuran. Dari hasil pengujian diperoleh bahwa viskositas dan solubilitas campuran R- 22 dan Suniso 3GS, 4GS, 5GS masih lebih tinggi dibandingkan dengan viskositas dan solubilitas campuran HCR-22+LFS dan oli Suniso 3GS, 4GS, 5GS kemudian diikuti oleh campuran refrigeran HCR-22 dan oli Suniso 3GS, 4GS, 5GS yang memiliki nilai viskositas dan solubilitas yang sangat rendah. Secara umum viskositas dan
solubilitas campuran refrigeran halokarbon dan oU masih lebih tinggi dibandingkan dengan viskositas dan solubilitas dari campuran refrigeran hidrokarbon dan oli. untuk mengantisipasi penumpukan oli pada evaporator akibat viskositas dan solubilitas yang kurang baik dari campuran refrigeran hidrokarbon dan oli salah satunya yaitu dengan menggunakan oil separator.
Detail Information
Citation
APA Style
. (2006).UJI EKSPERIMENTAL VISKOSITAS DAN SOLUBILITAS CAMPURAN REFRIGERAN R-22, HCR-22, HCR-22+LFs DAN OLI PADA SISTEM PENDINGIN ().Teknik Mesin:FTI
Chicago Style
.UJI EKSPERIMENTAL VISKOSITAS DAN SOLUBILITAS CAMPURAN REFRIGERAN R-22, HCR-22, HCR-22+LFs DAN OLI PADA SISTEM PENDINGIN ().Teknik Mesin:FTI,2006.Text
MLA Style
.UJI EKSPERIMENTAL VISKOSITAS DAN SOLUBILITAS CAMPURAN REFRIGERAN R-22, HCR-22, HCR-22+LFs DAN OLI PADA SISTEM PENDINGIN ().Teknik Mesin:FTI,2006.Text
Turabian Style
.UJI EKSPERIMENTAL VISKOSITAS DAN SOLUBILITAS CAMPURAN REFRIGERAN R-22, HCR-22, HCR-22+LFs DAN OLI PADA SISTEM PENDINGIN ().Teknik Mesin:FTI,2006.Text