// <![CDATA[USULAN PERBAIKAN KUALITAS PELAYANAN PENDIDIKAN TINGGI MENGGUNAKAN METODE STUDENT SATISFACTION INVENTORY (Studi Kasus:]]> 0425127201 - Hendang S. Rukmi, ST,, M.T. Dosen Pembimbing 2 9900980216 - Ambar Rukmi Harsono Ir., M.T. Dosen Pembimbing 1 RURY MORYANDA/13-2001-115 Penulis
Institut Teknologi Harapan Bangsa (ITHB) didirikan pada tahun 2000. Sejak berdiri sampai sekarang, belum pemah dilakukan penelitian kualitas pelayanan pendidikan tinggi di ITHB. Penelitian ini berguna untuk mengetahui sejauh mana usaha pihak ITHB dalam menerapkan sistem pelayanan pendidikan tinggi yang bermutu dan mampu memaksimalkan sumber daya yang tersedia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini mengacu kepada metode SSI yang dikembangkan oleh USA Group, Noel-Levits (2003). Noel-Levits menyatakan bahwa kualitas pelayanan pendidikan tinggi dapat dievaluasi ke dalam 12 dimensi yaitu academic advising effectiveness, campus climate, campus life, campus support service, concern for the individual, instructional effectiveness, recruitmen and financial aid effectiveness, registration effectiveness, campus safety and security, service excellence, responsiveness to diverse population, dan student centeredness. Dirnensi responsiveness to diverse population tidak dimasukkan da1am penelitian karena tidak sesuai dengan kebutuhan pelayanan ITHB. Pengumpulan data penilaian kualitas pelayanan pendidikan tinggi di ITHB dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Kuesioner ini dibagikan kepada mahasiswa ITHB dari berbagai angkatan (2002 s/d 2005) dan program studi yang minimal telah merasakan pengalaman kuliah selama satu semester di ITHB. Penilaian kualitas pelayanan pendidikan tinggi dilakukan dengan menggunakan konsep Importance-Satisfaction Matrix dan perhitungan nilai indeks rata-rata ketidakpuasan untuk mengetahui prioritas perbaikan utama setiap jurusan. Dari hasillmportance-SaJisfaction Matrix dan perhitungan nilai indeks rata-rata ketidakpuasan dari setiap jurusan di ITHB didapatkan 3 urutan prioritas perbaikan utarna yang perlu ditingkatkan kinerjanya. Perhitungan jumlah nilai indeks rata-rata ketidakpuasan dari keseluruhan jurusan juga dilakukan untuk mengidentifikasi dan memberi usulan perbaikan terhadap kualitas pelayanan ITHB. Prioritas perbaikan berdasarkan nilai indeks rata-rata ketidakpuasan terbesar yang terdapat eli beberapa jurusan antara lain: kemudahan mernperoleh informasi mengenai lowongan kerja, KP, magang, dll di papan pengumuman (V22), cukupnya perhatian dosen wali terhadap kesuksesan mahasiswa sebagai individu (V27), adanya umpan balik yang diberikan dosen mengenai kemajuan (nilai) dalam satu mata kuliah (V39), kemampuan dosen dalam bidangnya masing-masing (V40), kecukupan luas area parkir untuk mahasiswa (V56). Dari hasil perhitungan jumlah nilai indeks rata-rata ketidakpuasan untuk keseluruhan jurusan, maka didapatkan 4 variabel pelayanan yang dirasakan kurang puas oleh mahasiswa. Variabel-variabel pelayanan tersebut menjadi prioritas perbaikan utama bagi ITHB. Pelayanan-pelayanan yang menjadi prioritas perbaikan utama bagi ITHB adalab sistem penilaian yang adil dan transparan (V36), kemudahan memilih jadwal kuliah yang diinginkan tanpa kemungkinan bentrok (V53), petunjuk perkuliahanlsilabus (V41), dan kemudahan prosedur pendaftaran mahasiswa baru (V 46).