EFISIENSI BIAYA MELALUI PERBAIKAN LINTASAN PERAKITAN DENGAN MENGGUNAKAN METHOD TIME MEASUREMENT (Studi Kaslis;Di
Salah satu permasalahan yang umum terjadi pada perusahaan adalah keseimbangan lintasan perakitan. Perfonnansi lintasan perakitan dapat diukur dari produktivitas. dilihat dari efisiensi lintasan. Lintasan yang tidak efisien akan menyebabkan terjadinya starving dan blocking. sehingga menyebabkan tingkat produktivitas yang rendah dan penghamburan biaya yang tidak perlu dalam sebuah proses produksi. Niebel dan Freivalds (1999) menyatalcan bahwa keseimbangan lintasan perakitan yang sempuma dengan nilai efisiensi lintasan sebesar 100% dapat dicapai, jika waktu standar pada tiap stasiun kerja pada suatu lintasan adalah sama atau identik.
PT. Nikkatsu Electric Works adalah industri manufaktur yang memproduksi alat-alat listrik. antara lain ballast dan transformer. Produk ballast domestik terdiri atas dua bagian utama yaitu case dan CNC (coil and core), bagian-bagian tersebut digabung pada proses assembly. Berdasarkan hasil pengamatan terhadap efektivitas kerja operator di stasiun-stasiun kerja (SK) pada proses assembly terdapat gerakan-gerakan yang tidak efektif yang dapat menyebabkan timbulnya fenomena starving dan blocking dikarenakan adanya ketidabeimbangan waktu kerja antar stasiun.
Penelitian yang dilakukan yaitu memperbaiki lintasan perakitan dengan cara menurunkan cycle time lintasan, meningkatkan efisiensi lintasan dan meminimasi biaya produksi. Diharapkan dengan penurunan cycle time lintasan. produktivitas pada lintasan perakitan dapat ditingkatkan. Upaya yang dilakukan pada penelitian ini untuk menurunkan cycle time lintasan. meningkatkan efisiensi lintasan dan meminimasi biaya adalah dengan melakukan analisis studi gerakan. Tujuan dilakukan analisis studi gerakan adalah untuk mengurangi atau menghilangkan gerakan-gerakan yang tidak efektif sehingga penghematan waktu pada masing-masing stasiun kerja pada lintasan produksi dapat dilakukan. Cara yang dilakukan adalah dengan melakukan therblig analisis check list, penggabungan dua stasiun kerja yang dirasa tidak memerlukan keterampilan yang tinggi atau memiliki beberapa gerakan yang sama sehingga dapat dijadikan satu stasiun kerja saja dan perhitingan biaya produksi yang bertujuan untuk mengetahui perbaikan yang dilakukan juga mempengaruhi pada biaya produksi ballas.
Hasil dari penelitian ini yaitu penurunan cycle time lintasan dari 1535.146 detik per batch menjadi 1424.351 detik/batch, peningkatan efisiensi lintasan dari 45.76% menjadi 52.82%. dan penunman biaya produksi dari Rp. 9381.515 per batch menjadi Rp. 8746.99 per batch. Dengan penurunan cycle time lintasan dan peningkatan efisiensi lintasan ini, jumlah produksi meningkat dari 9455 unit per hari menjadi 10191 unit/hari.
Detail Information
Citation
APA Style
. (2007).EFISIENSI BIAYA MELALUI PERBAIKAN LINTASAN PERAKITAN DENGAN MENGGUNAKAN METHOD TIME MEASUREMENT (Studi Kaslis;Di ().Teknik Industri:FTI
Chicago Style
.EFISIENSI BIAYA MELALUI PERBAIKAN LINTASAN PERAKITAN DENGAN MENGGUNAKAN METHOD TIME MEASUREMENT (Studi Kaslis;Di ().Teknik Industri:FTI,2007.Text
MLA Style
.EFISIENSI BIAYA MELALUI PERBAIKAN LINTASAN PERAKITAN DENGAN MENGGUNAKAN METHOD TIME MEASUREMENT (Studi Kaslis;Di ().Teknik Industri:FTI,2007.Text
Turabian Style
.EFISIENSI BIAYA MELALUI PERBAIKAN LINTASAN PERAKITAN DENGAN MENGGUNAKAN METHOD TIME MEASUREMENT (Studi Kaslis;Di ().Teknik Industri:FTI,2007.Text