PERANCANGAN SISTEM PENGUKURAN KINERJA ORGANISASI DENGAN MENGGUNAKAN METODE BALANCED SCORECARD DI INSTALASI GIZI RS. HASAN SADIKIN- BANDUNG
Pertumbuhan Rumah Sakit yang pesat di Indonesia telah menciptakan kondisi persaingan yang semakin ketat, sehingga setiap rumah sakit yang ingin tetap tumbuh dan bertahan harus mampu mengelola strateginya dengan baik. Kemampuan tersebut tidak hanya dibutuhkan pada tingkat korporat saja, namun seluruh unit strategis yang berada didalamnya pun harus mampu merencanakan dan melaksanakan strateginya dengan baik, termasuk Instalasi Gizi. Instalasi Gizi
merupakan salah satu unit strategis yang terdapat didalam RS. Hasan Sadikin Bandung, yang
bertanggung jawab terhadap penyelenggaraan kegiatan Pelayanan Gizi Rumah Sakit (PGRS). Agar setiap upaya pengembangan diri Instalasi Gizi dapat memiliki fokus yang jelas, maka Instalasi Gizi telah merumuskan visi, misi dan strateginya. Untuk mengetahui sejauh mana sasaran yang telah direncanakan tercapai, diperlukan adanya sistem pengukuren kinerja yang dapat memberikan panduan bagi lnstalasi Gizi dalam mengukur kinerjanya. Sistem pengukuran kinerja pada umurnnya cenderung mengutamakan pada aspek finansialnya saja, padahal aspek finansial tidak cukup untuk memberikan informasi mengenai hal-hal yang harus diperhatikan dalam rangka pencapaian tujuan jangka panjang. Balanced Scorecard (BSC) merupakan suatu metode yang dapat menjawab permasalahan tersebut. Metode yang dikembangkan oleh Kaplan dan Norton ini memungkinkan perusahaan atau organisasi untuk mengklarifikasikan visi, misi dan strateginya kedalam sekelompok ukuran strategis atau indikator yang dipandang dari empat buah perspektif secara seimbang, yaitu perspektif finansial, perspektif pelanggan, perspektif bisnis internal, serta perspektif pembelajaran dan pertumbuhan, yang dipadukan dalam suatu hubungan sebab akibat. Dalam penelitian Tugas Akhir ini, dilakukan perancangan sistem pengukuran kinerja terhadap Instalasi Gizi, yang diawali dengan menterjemahkan pernyataan visi, misi dan strategi kedalam tujuan strategis tiap perspektif, mengidentifikasi Kunci Faktor Sukses tiap perspektif, serta mengidentifikasi indikator dari tiap perspektif. Dari sekumpulan indikator yang diperoleh, dilakukan perancangan hubungan keterkaitan antar indikator, serta pembangunan peta strategi, yang akan memberikan pemahaman mengenai bagaimana sasaran jangka panjang akan dicapai melalui tujuan strategis dari tiap perspektif. Hubungan sebab akibat yang terdapat dalam keterkaitan indikator dan peta strategi ini, akan memberikan panduan bagi Instalasi Gizi dalam mengendalikan setiap sasaran yang ingin dicapai. Melalui model BSC ini, akan terlihat adanya keterkaitan yang jelas antara setiap kegiatan pengukuran yang dilakukan dengan tujuan yang ingin dicapai. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan suatu alternatif yang dapat dijadikan panduan bagi Instalasi Gizi dalam melakukan pengukuran kinerjanya, agar seluruh kegiatan yang dilakukan memiliki keterkaitan yang jelas terhadap pencapaian tujuan jangka panjang.
Detail Information
Citation
APA Style
. (2004).PERANCANGAN SISTEM PENGUKURAN KINERJA ORGANISASI DENGAN MENGGUNAKAN METODE BALANCED SCORECARD DI INSTALASI GIZI RS. HASAN SADIKIN- BANDUNG ().Teknik Industri:FTI
Chicago Style
.PERANCANGAN SISTEM PENGUKURAN KINERJA ORGANISASI DENGAN MENGGUNAKAN METODE BALANCED SCORECARD DI INSTALASI GIZI RS. HASAN SADIKIN- BANDUNG ().Teknik Industri:FTI,2004.Text
MLA Style
.PERANCANGAN SISTEM PENGUKURAN KINERJA ORGANISASI DENGAN MENGGUNAKAN METODE BALANCED SCORECARD DI INSTALASI GIZI RS. HASAN SADIKIN- BANDUNG ().Teknik Industri:FTI,2004.Text
Turabian Style
.PERANCANGAN SISTEM PENGUKURAN KINERJA ORGANISASI DENGAN MENGGUNAKAN METODE BALANCED SCORECARD DI INSTALASI GIZI RS. HASAN SADIKIN- BANDUNG ().Teknik Industri:FTI,2004.Text