// <![CDATA[EVALUASI PENGGUNAAN TAS PUNGGUNG PADA ANAK USIA SEKOLAH UNTUK MEMINIMASI RESIKO BACK PAIN]]> Arie Desrianty, ST. Dosen Pembimbing 2 TRIAZ NOVIANI/13-2001-050 Penulis Ir. Caecilia Sri Wahyuning, MT. Dosen Pembimbing 1
Saat ini ilmu ergonomi banyak digunakan dalam berbagai hal, seperti untuk mendesain lingkungan kerja, peralatan kerja, atau untuk mendesain sistem kerja. Dengan ilmu tersebut resiko cedera akibat kerja dapat diminimasi, sehingga dapat meningkatkan keselamatan, kesehatan, performansi dan produktivitas pekerja. Jika bekerja merupakan aktivitas manusia yang membutuhkan usaha untuk mencapai tujuan, maka selama manusia itu merupakan komponen dari lingkungan kerja prinsip ergonomi dapat digunakan (Eko Nurmianto, 1996). Sebagai contoh, seorang pelajar dapat menerapkan ilmu ergonomi dengan membawa tas punggung (back pack) yang baik untuk meminimasi terjadinya nyeri pada bagian punggung (back pain). Pada saat seorang pelajar membawa tas pungung, pelajar tersebut membawa beban di kedua bahunya. Apabila tas punggung digunakan dengan baik tentu akan membuat badan penggunanya menjadi tegak, sebaliknya bila digunakan dengan salah justru akan menimbulkan bahaya pada punggung, struktur tulang belakang akan berubah sehingga membuat tubuh bungkuk dan punggung terasa sakit hingga ke Ieher (J. Harjono, 2001). Resiko pelajar, terutama anak-anak terkena back pain lebih besar dibandingkan dengan orang dewasa. Komisi Keamanan Produk Konsumen di AS pernah melaporkan hasil riset tentang tas sekolah jenis ini. Sebanyak 13% dari sekitar 12.000 kasus kecelakaan yang berhubungan dengan tas punggung di tahun 1999 dan 2000 terjadi karena menggunakan tas punggung dengan beban yang berlebih. Informasi lain yang diberikan lembaga yang sama bahkan mengejutkan, sejak tahun 1996 kecelakaan akibat menggunakan tas punggung ternyata meningkat hingga 330%. Anak-anak adalah individu yang masih tumbuh, sehingga tulang mereka lebih rentan terkena cedera daripada orang dewasa. Pertumbuhan tulang anak-anak akan berlangsung hingga usia 9 - 14 tahun. Apabila dalam usia tersebut terjadi gangguan pada tulang, maka pertumbuhan tulang pun akan terganggu. Kekeliruan penggunaan tas punggung pada anak usia sekolah dapat terjadi akibat kesalahan-kesalahan kecil yang dilakukan secara berulang (repetitive). Kesalahan-kesalahan tersebut dapat terjadi karena pada umumnya pengguna tas punggung kurang mengetahui resiko perilaku yang kurang tepat akibat penggunaan tas punggung. Oleh karena itu diperlukan evaluasi perilaku beresiko dalam membawa tas punggung untuk meminimasi resiko terjadinya back pain pada anak usia sekolah. Alat bantu yang digunakan untuk pemecahan masalah adalah dengan menggunakan kuesioner, dengan kuesioner kesalahan penggunaan tas punggung yang umurnnya dilakukan oleh pelajar, yang menyebabkan resiko back pain dapat diketahui. Kesalahan yang sering dilakukan oleh pelajar dalam menggunakan tas punggung antara lain adalah penggunaan tas punggung dengan menumpukan tasnya pada salah satu bahu, tidak menggunakan tali pinggang dan tali dada, tidak memasukkan barang secara menyebar ke dalam tasnya, memasukkan banyak barang ke dalam tasnya. Kesalahan-kesalahan tersebut dapat diminimasi dengan mencari skala prioritas perbaikan untuk meminimasi kesalahan dalam penggunaan tas punggung, skla prioritas perbaikan diperoleh dengan menggunakan matriks prioritas (prioritization matrix). Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah berupa penyuluhan. Penyuluhan dilakukan untuk memberikan informasi kepada pengguna tas punggung tentang penggunaan tas punggung yang baik agar tehindar dari resiko back pain. Hal-hal yang diinformasikan kepada pengguna tas punggung adalah kesalahan-kesalahan dari yang paling sering terjadi hingga yang jarang terjadi. Penyuluhan dilakukan dengan cara publikasi dan sosialisasi kepada masyarakat umum dan sekolah-sekolah yang telah dilakukan penelitian. Untuk masyarakat umum publikasi dilakukan dengan cara mengirimkan artikel-artikel pada koran dan majalah anak-anak, sedangkan untuk sekolah-sekolah dilakukan dengan mernasang majalah dinding di sekolah tersebut.