// <![CDATA[KAJIAN KERAWANAN BENCANA LONGSOR DI KAWASAN KABUPATEN BANDUNG BERDASARKAN PERMEN PU No. 22/PRT/M/2007]]> Angga Dwi Ramadhan / 23-2011-046 Penulis M.A Basyid, Ir., M.T Dosen Pembimbing 1
Kejadian longsor sering terjadi di Kabupaten Bandung, sepanjang tahun 2014-2015 sedikitnya terjadi 24 kejadian longsor yang menyebabkan kerugian material. Karakteristik kondisi fisik alami dan pola perilaku manusia merupakan salah satu faktor utama potensial terjadinya longsor. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah mengetahui sebaran potensi rawan bencana longsor di Kabupaten Bandung. Penelitian dilaksanakan dengan melihat kondisi parameter fisik faktor penyebab bencana longsor di Kabupaten Bandung menurut variasinya serta bobot kontribusinya terhadap terjadinya bencana longsor. Metode pengumpulan data pada penelitian ini adalah pengamatan di lapangan, studi dokumentasi, dan intrepretasi citra satelit. Metode analisis data adalah dengan metode pengharkatan sesuai dengan parameter Permen PU No.22/PRT/M/2007, metode overlay dengan SIG, dan analisi diskripsi. Kabupaten Bandung terbagi atas 3 Zona berpotensi longsor yaitu Zona A, B dan C dengan tingkat kerawanan rendah, sedang dan tinggi. Hasil peta zonasi rawan bencana kemudian di tumpang susun dengan sampel data rekam jejak kejadian tanah longsor di Kabupaten Bandung, dari 13 titik kejadian bencana tanah longsor, 7 titik termasuk dalam zona kerawanan longsor B dengan tingkat rawan bencana longsor Sedang atau 53.85 % dari keseluruhan sampel, 3 titik berada dalam zona kerawanan longsor C tingkat rawan bencana longsor sedang atau 23.08% dari keseluruhan sampel, dan 3 titik berada dalam zona kerawanan longsor C tingkat rawan bencana longsor rendah atau 23.08% dari keseluruhan data sampel. Kata Kunci : Zonasi, Longsor, Overlay, Mitigasi, Bencana