USULAN RANCANGAN SISTEM PERSEDIAAN BAHAN BAKU TIMAH MENGGUNAKAN METODE FIXED ORDER SIZE INVENTORY SYSTEM DI PT. KAYO SURYA UTAMA BANDUNG
PT. Kayo Surya Utama (PT. KSU) merupakan perusahaan manufaktur yang memproduksi salah satu komponen untuk lemari es yaitu suction line. Jenis sistem manufaktur perusahaan ini adalah job order (memproduksi sesuai pesanan). Salah satu bahan baku yang digunakan adalah timah. Suction line yang diproduksi oleh PT. KSU berbeda-beda sesuai permintaan konsumen, yang membedakannya adalah bentuk dan ukuran. Timah yang digunakan dalam pembuatan suction line ini terdiri dari dua jenis yaitu timah yang mengandung timbal (Non Lead Free) dan timah yang tidak mengandung timbal (Lead Free). PT. KSU telah mengalami beberapa kali stock out yaitu sebanyak 5 kali dari 53 kali pemesanan (9,43 %) sehingga pada saat tersebut perusahaan harus memberhentikan proses produksinya (shut down). Hal ini merugikan PT. KSU karena perusahaan berkewajiban untuk membayar uang tunggu bagi para karyawan selama masa shut down. Karena itu PT. KSU membutuhkan system persedian bahan baku timah yang dapat mendukung kelancaran proses produksi perusahaan dengan ongkos yang minimum.
Dalam sistem persediaan yang bersifat Independen terdapat 2 model yang bias digunakan, yaitu fixed order size inventory system dan fixed order interval inventory system. Sistem persediaan yang sesuai dengan situasi dan kondisi perusahaan adalah fixed order size inventory system (Metode Q) untuk kasus back order dengan biaya stockout tidak diketahui yang dikembangkan oleh Hadley & Whitin (1963). Dalam model persediaan ini, parameter yang digunakan adalah jumlah pemesanan timah yang optimal (Q*), titik pemesanan kembali (r), jumlah safety stock (s), dan biaya persediaan yang dikeluarkan. Untuk mendapatkan nilai Q* dan r, maka dilakukan minimasi biaya rata-rata persediaan (biaya pemesanan dan biaya penyimpanan) dengan pembatas bahwa fraksi rata-rata waktu terjadinya stockout (/) tidak melebihi suatu nilai tertentu. Nilaifyang digunakan ditentukan oleh pihak manajemen PT. KSU berdasarkan evaluasi jumlah stockout yang terjadi di perusahaan selama Tahun 2006. Nilai f yang digunakan dalam penelitian ini adalah 6%. Nilai fyang digunakan secara tidak langsung akan memberikan nilai biaya stockout per unit yang optimal (8*). Data-data yang dibutuhkan dalam penelitian ini adalah data demand suction line selama Tahun 2006, data lead time timah yaitu 7 hari (1 minggu), data harga beli timah per kilogram, data kebutuhan berat timah per unit, serta data biaya-biaya persediaan yang timbul di PT. KSU.
Dari hasil perhitungan dengan menggunakan metodefixed order size inventory system diperoleh nilai Q*, r, dans untuk timah lead .free berturut-turut sebagai berikut: 37,11 Kg; 16,30 Kg; 4,06 Kg; sedangkan untuk timah non /ead.free berturut-turut sebagai berikut: 107,75 Kg; 55,13 Kg; 12,31. Selanjutnya dilakukan perhitungan ongkos total persediaan yang dikeluarkan. Nilai Q*, r, dan s yang diperoleh dapat juga digunakan untuk menghitung nilai E(Q,r) yaitu jumlah unit back order yang diharapkan per tahun.
Detail Information
Citation
APA Style
. (2007).USULAN RANCANGAN SISTEM PERSEDIAAN BAHAN BAKU TIMAH MENGGUNAKAN METODE FIXED ORDER SIZE INVENTORY SYSTEM DI PT. KAYO SURYA UTAMA BANDUNG ().Teknik Industri:FTI
Chicago Style
.USULAN RANCANGAN SISTEM PERSEDIAAN BAHAN BAKU TIMAH MENGGUNAKAN METODE FIXED ORDER SIZE INVENTORY SYSTEM DI PT. KAYO SURYA UTAMA BANDUNG ().Teknik Industri:FTI,2007.Text
MLA Style
.USULAN RANCANGAN SISTEM PERSEDIAAN BAHAN BAKU TIMAH MENGGUNAKAN METODE FIXED ORDER SIZE INVENTORY SYSTEM DI PT. KAYO SURYA UTAMA BANDUNG ().Teknik Industri:FTI,2007.Text
Turabian Style
.USULAN RANCANGAN SISTEM PERSEDIAAN BAHAN BAKU TIMAH MENGGUNAKAN METODE FIXED ORDER SIZE INVENTORY SYSTEM DI PT. KAYO SURYA UTAMA BANDUNG ().Teknik Industri:FTI,2007.Text