// <![CDATA[STRATEGI PENINGKATAN KUALITAS LAYANAN BERDASARKAN ANALISIS GAP DAN MODEL KANO PADA MOKOPI CAFE]]> Ir. Abu Bakar, MM. Dosen Pembimbing 2 Ir. Yanti Helianty, MT. Dosen Pembimbing 1 BEILLA AULIA IVANOVA / 132019095 Penulis
Mokopi adalah sebuah cafe yang bergerak pada bidang bisnis kuliner. Terdapat keluhan yang diambil dari google riview, seperti waktu pesanan diantar terlalu lama, kasir yang kurang ramah, dan parkir yang tidak luas. Selain itu, adanya persaingan cafe lain di daerah Antapani. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka dilakukan penelitian berdasarkan Analisis Gap dengan dimensi Dineserv yang memfokuskan kepada restaurant. Tujuannya untuk mengukur kesenjangan antara apa yang diharapkan dengan apa yang dirasakan oleh konsumen dalam layanan yang diberikan. Perhitungan Analisis Gap akan menghasilkan Gap 5, 1, 2, dan 3 dimana hasil perhitungan Gap 5 negatif akan diintegrasikan ke Model Kano. Tujuan digunakannya Model Kano untuk mengurutkan prioritas perbaikan. Hasil perhitungan Kano dengan kategori must-be dan one-dimensional akan dijadikan prioritas utama dilakukan perbaikan dan peningkatan kualitas layanan. Berdasarkan hasil perhitungan Analisis Gap, terdapat 13 atribut dengan hasil Gap 5 negatif, artinya ke-13 atribut tersebut akan diintegrasikan ke Model Kano. Perhitungan Model Kano menghasilkan 3 atribut dengan kategori must-be, artinya atribut tersebut perlu diperbaiki dan merupakan atribut yang harus ada dalam sebuah perusahaan, jika tidak maka konsumen tidak akan puas. Selain itu, terdapat 8 atribut dengan kategori one-dimensional, artinya atribut tersebut perlu ditingkatkan agar konsumen menjadi puas, apabila tidak maka konsumen tidak akan puas.