// <![CDATA[ANALISIS SIMULASI PENERAPAN TRANSMISSION LINE ARRESTER (TLA) DENGAN BEBERAPA MODEL RANGKAIAN EKIVALEN PADA SALURAN TRANSMISI 150 KV MENGGUNAKAN ATP-DRAW]]> 0402016903 - Dr. Waluyo, S.T, M.T Dosen Pembimbing 1 SAULINA SAHWIDI / 112017070 Penulis
Dalam sistem tenaga listrik, bagian terpenting dari distribusi tenaga listrik adalah transmisi. Pembangkit listrik umumnya terhubung ke saluran transmisi udara yang mendistribusikan listrik dari pembangkit listrik ke lokasi konsumsi daya, yaitu gardu induk. Pendistribusian energi listrik pada jaringan transmisi dan distribusi tidak dapat dipisahkan dari gangguan (baik internal maupun eksternal) yang dapat mengganggu proses pendistribusian energi listrik. Sambaran petir merupakan salah satu gangguan yang menyebabkan kegagalan peralatan pada jaringan transmisi. Sehingga diperlukan alat-alat proteksi untuk memproteksinya. Aplikasi transmission line arrester digunakan dalam sistem tenaga untuk melindungi peralatan dari efek tegangan lebih yang merusak. Hal ini disebabkan kinerja dinamis transmission line arrester. Beberapa model rangkaian ekivalen transmission line arrester seperti model IEEE, Picenti, dan Fernandez-Diaz, yang disimulasikan dengan perangkat lunak Analyis Transient Program (ATP), digunakan untuk memperoleh perbedaan perilaku dinamis transmission line arrester. Pada penelitian ini, diperoleh model arester yang paling cocok untuk sambaran langsung pada saluran transmisi dengan parameter waktu muka petir 8μs dan waktu ekor 20μs yaitu pemodelan Fernandez sebesar Fasa R = 30,300 kV, Fasa S = 7,326 kV dan Fasa T = 5,971 kV. Selanjutnya model IEEE sebesar Fasa R = 70,167 kV, Fasa S = 16,979 kV dan Fasa T = 13,641 kV. Dan model Picenti sebesar Fasa R = 73,297 kV, Fasa S = 5,742 kV dan Fasa T = 5,584 kV.