// <![CDATA[STUDI PERBANDINGAN PERILAKU ARUS BOCOR AC DAN DC FUNGSI POLUTAN DAN PARAMETER LINGKUNGAN PADA ISOLATOR PORSELEN DAN SILICONE RUBBER]]> 0402016903 - Dr. Waluyo, S.T, M.T Dosen Pembimbing 1 Imran Al Hafiz / 112016055 Penulis
Penggunaan isolator sangatlah diperlukan pada system tenaga listrik. Namun realitanya isolator pun memiliki arus bocor. Penggunaan isolator yang tepat akan meningkatkan efisiensi dan keandalan sistem tenaga listrik. Percobaan ini bertujuan untuk membandingkan arus bocor pada isolator porselen dan silicone rubber pada tegangan AC dan DC. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah dengan analisis regresi, kovarian, korelasi, PCA, Fuzzy Logic dan simulasi ATPDraw. Percobaan dilakukan dengan mengalirkan tegangan AC dan DC pada kedua isolator dan mengukur besarnya arus bocor yang terjadi. Pengujian dilakukan dalam berbagai kondisi lingkungan, termasuk variasi suhu, kelembaban, dan paparan polutan. Untuk polutan dilakukan menaikkan besarnya massa polutan dari 1 gram hingga 5 gram. Polutan yang digunakan adalah NaCl, Na2SO4, CaCl2, KCl dan MgSO4. Sehingga waktu untuk penelitian ini adalah 25 hari untuk tegangan AC dan 25 hari untuk tegangan DC. Hasil percobaan menunjukkan bahwa isolator porselen cenderung menunjukkan arus bocor yang lebih rendah dibandingkan silicone rubber pada tegangan AC. Ketika diuji dengan tegangan DC, isolator silicone rubber cenderung memiliki arus bocor yang lebih tinggi dibandingkan porselen. Rata-rata arus bocor tegangan AC pada isolator porselen dan silicone rubber sebesar 8,846 μA dan 10,338 μA. Sedangkan rata-rata arus bocor tegangan DC pada isolator porselen dan silicone rubber sebesar 5,334 μA dan 6,095 μA. Pemahaman mengenai perbedaan respons isolator porselen dan silicone rubber terhadap tegangan AC dan DC penting untuk pemilihan isolator yang sesuai dalam sistem kelistrikan. Disini, isolator porselen lebih unggul dalam mengatasi arus bocor pada tegangan AC dan DC.