// <![CDATA[PEMODELAN GALIAN DAN TIMBUNAN PADA JALUR KERETA API DOUBLE TRACK KIARACONDONG-GEDEBAGE MENGGUNAKAN GEOTEXTILE]]> 0422087303 - Dr. techn Indra Noer Hamdhan, S.T., M.T. Penulis Ahmad Refsi Fauzi / 222017201 Penulis
Pada jalur kereta api kiaracondong-gedebage dilakukan penambahan ketinggian elavasi jalur rel kereta api existing dan dilakukan pebangunan menjadi double track. Tahap pertama akan dilakukan pembangunan jalur rel kereta baru dengan permasalahan yang dibangun berada diatas tanah lunak yang dicurigai akan terjadi runtuh. Berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan No. 60 Tahun 2012 untuk faktor keamanan (safety factor, SF) minimal 1,5 dan penurunan < 20 cm. Analisis stabilitas galian dan timbunan dilakukan menggunakan program PLAXIS 2D berbasis metode elemen hingga. Berdasarkan pemodelan di program plaxis 2D menunjukan bahwa ketika proses galian dengan kedalaman 1,6 m tidak aman didapatkan dengan nilai safety faktor sebesar 1,241. Maka dilakukan perkuatan sementara menggunakan sheetpile dan didapatkan nilai safety faktor sebesar 1,458. dilanjutkan dengan timbunan untuk jalur kereta api baru dengan timbunan sirtu, limestone dan tanah merah dengan menggunakan perkuatan geotextile. Dan berdasarkan hasil ketika timbunan untuk jalur rel kereta api baru selesai didapatkan nilai safety faktor sebesar 2,557 dan penurunan hanya 0,074 m. setelah selesai jalur rel kereta api baru akan dilakukan menaikan elavasi timbunan untuk jalur rel kereta api existing agar sejajar dengan elavasi timbunan jalur rel kereta api baru dan didapatkan untuk nilai safety faktor shorterm sebesar 1,557 dan untuk nilai safety faktor longterm sebesar 1,969 untuk penurunan terjadi 0,101 m selama 419,8 hari. Kata kunci: