TINJAUAN EVAPOTRANSPIRASI ACUAN MUSIM HUJAN DI KOTA BANDUNG
Sinar matahari sangat berperan penting terhadap hilangnya air di suatu jaringan hidup tanaman dan unsur-unsur tanah karena adanya proses penguapan. Proses penguapan oleh sinar matahari ini disebut dengan evapotranspirasi. Evapotranspirasi menyebabkan kehilangan air di suatu jaringan hidup tanaman yang sangat besar, maka dari itu angka kehilangan air tersebut perlu dihitung agar dapat mengetahui kebutuhan air dari tanaman tersebut. Nilai evapotranpirasi dapat diperoleh dari beberapa metode, seperti metode berdasarkan Standar Perencanaan Irigasi KP-01 dengan menggunakan rumus Penman FAO Corrected dan metode berdasarkan SNI 7745:2012 yang menggunakan rumus Penman-Monteith. Penelitian ini berfokus pada perbandingan metode KP-01 dengan metode SNI
7745:2012 serta metode secara pengamatan langsung terhadap tanaman hidroponik berupa tanaman padi, daun bawang dan srigading. Data yang dipakai dalam penelitian ini menggunakan data iklim dan klimatologi periode 1 tahun pada tahun 2022. Nilai evapotranpirasi yang dihasilkan pada penelitian ini dimana nilai ET0-SNI
sebesar 4,96 mm/hari lebih kecil disbanding nilai ET0-KP sebesar 5,06 mm/hari dan nilai ET0-a sebesar 4,43 mm/hari, dari hasil tersebut diambil nilai evapotranpirasi terbesar yang dihasilkan oleh metode KP-01.
Detail Information
Citation
APA Style
. (2023).TINJAUAN EVAPOTRANSPIRASI ACUAN MUSIM HUJAN DI KOTA BANDUNG ().Teknik Sipil:FTSP
Chicago Style
.TINJAUAN EVAPOTRANSPIRASI ACUAN MUSIM HUJAN DI KOTA BANDUNG ().Teknik Sipil:FTSP,2023.Text
MLA Style
.TINJAUAN EVAPOTRANSPIRASI ACUAN MUSIM HUJAN DI KOTA BANDUNG ().Teknik Sipil:FTSP,2023.Text
Turabian Style
.TINJAUAN EVAPOTRANSPIRASI ACUAN MUSIM HUJAN DI KOTA BANDUNG ().Teknik Sipil:FTSP,2023.Text