// <![CDATA[PENGARUH SUBSTITUSI SILICA FUME TERHADAP KUAT TEKAN BETON GEOPOLIMER]]> 0410069201 - Euneke Widyaningsih, S.T., M.T. Dosen Pembimbing 1 ANDHICA LUTHFI TRIYONO / 222018223 Penulis
Pembangunan di Indonesia dalam bidang konstruksi sangat gencar dilakukan, pembangunan infrastruktur yang dilakukan misalnya pembangunan jembatan, perumahan, jalan, gedung dan lainnya, semua tidak terlepas dari pemakaian beton sebagai salah satu bagian terpenting dalam infrastruktur bangunan. Beton geopolimer dapat menjadi solusi untuk mengurangi penggunaan semen portland. Beton geopolimer adalah beton yang sama sekali tidak menggunakan semen sebagai material pengikat, material alternatif pengganti semen sebagai bahan pengikat dalam beton dan sebagai aktivatornya digunakan natrium hidroksida (NaOH) dan natrium silikat (Na2SiO3). Penggunaan beton geopolimer dianggap lebih ramah lingkungan dikarenakan memanfaatkan bahan sisa limbah sebagai pengganti semen. Fly ash atau abu terbang yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber material binder pada campuran beton geopolimer. Penelitian ini menggunakan metode studi eksperimental dengan tujuan untuk mengetahui nilai slump, kuat tekan beton geopolimer. Sampel benda uji pada penelitian kali ini berjumlah 36 mortar dengan variasi silica fume 0%, 5%, 10%, dan 20% dan 18 silinder dengan variasi 0% dan kadar variasi optimum mortar 20%. Didapatkan hasil pengujian kuat tekan optimum yaitu silinder variasi 0% silica fume pada umur 7 hari, 14 hari, dan 28 hari yaitu sebesar 24,19 MPa, 28,64 MPa, dan 32,62 MPa dan variasi 20% silica fume pada umur 7 hari, 14 hari, dan 28 hari yaitu sebesar 25,09 MPa, 32,10, dan 38,77 MPa