// <![CDATA[EVALUASI PERBAIKAN TANAH DENGAN STONE COLUMN PADA TANGKI MINYAK DI KALIMANTAN TIMUR MENGGUNAKAN MODEL PLAXIS 2D DAN 3D]]> 0422087303 - Dr. techn Indra Noer Hamdhan, S.T., M.T. Dosen Pembimbing 1 D NURUL MAHPUD / 22-2019-222 Penulis Viqri Fahmi Trestyawan, S.T., M.T Dosen Pembimbing 2
Tangki merupakan salah satu komponen penting dalam pembangunan kilang minyak. Akan tetapi, seringkali tangki dibangun di atas tanah yang bermasalah, misalnya tanah lempung lunak yang dapat mengakibatkan penurunan pada tangki. Sehingga perlu dilakukan perbaikan tanah, yaitu menggunakan stone column. Penelitian ini melakukan variasi desain spasi dan kedalaman dari stone column pada Plaxis 2D yang memenuhi kriteria desain penurunan yaitu ≤ 300 mm saat preloading (hydrotest) pada tiga titik penyelidikan tanah (BH-07, CPT-17, dan BH-09). Hasil pemodelan Plaxis 2D yang memenuhi kriteria desain adalah spasi 1,5 m dan kedalaman 12,5 m (BH-07), spasi 1,5 m dan kedalaman 11,5 m (CPT-17), dan spasi 1,5 m dan kedalaman 14 m (BH-09). Merapatkan spasi dari 5 m ke 2,5 m dapat mereduksi 9,108% - 9,261%, merapatkan spasi dari 2,5 m ke 2 m dapat mereduksi 5,666% - 5,888%, merapatkan spasi dari 2 m ke 1,5 m dapat mereduksi 10,186% - 10,665%. Sedangkan menambah kedalaman dari 1,5 m sampai 2, 5m dapat mereduksi 0,448% - 3,147%. Kemudian, saat dilakukan analisis lebih lanjut menggunakan Plaxis 3D memenuhi kriteria desain saat tilting settlement sebesar 11 mm (≤ 128 mm), saat dishing settlement sebesar 87 mm dan 76 mm (≤ 107 mm) dan operatonal settlement sebesar 42 mm, 63 mm, dan 34 mm (≤ 100 mm). Penggunaan stone column dapat mereduksi penurunan sebesar 51,440% (hydrotest) dan 51,732% (operasional), jika dibandingkan dengan tanpa stone column.