// <![CDATA[KAJIAN AWAL PEMBUATAN BAHAN BAKAR CAIR DARI MINYAK PELUMAS BEKAS MENGGUNAKAN METODE PIROLISIS-FRAKSIONASI TERPADU]]> 412026704 - Maya R. Musadi, Dr., Ir.,MT.,Ph.D. Dosen Pembimbing 1 FAZA ROSADA / 142019001 Penulis SITI SALMA HUMAIDAH / 142019009 Penulis 2
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang menunjukkan bahwa jumlah penggunaan kendaraan bermotor dan jenis kendaraan setiap tahunnya mengalami peningkatan. Salah satunya pada tahun 2021 mengalami peningkatan 5,7% dari tahun sebelumnya yaitu sebesar 143.797.227 unit. Peningkatan jumlah kendaraan bermotor tersebut dapat mempengaruhi konsumsi dari penggunaan minyak pelumas, dimana perlu dilakukan penggantian secara rutin supaya tidak merusak komponen pada mesin kendaraan bermotor tersebut. Sehingga dapat menghasilkan minyak pelumas bekas. Minyak pelumas bekas merupakan salah satu jenis Limbah B3 yang memiliki kadar logam yang tinggi, sisa bahan bakar, pengotor, dan senyawa hidrokarbon. Jika minyak pelumas bekas dibuang begitu saja tanpa adanya pengolahan akan mengakibatkan degradasi lingkungan. Sehingga perlu dilakukan pengolahan terhadap minyak pelumas tersebut. Salah satu metode yang dapat dilakukan yaitu dengan metode pirolisis-fraksionasi terpadu untuk merubah minyak pelumas bekas menjadi bahan bakar cair. Pada penelitian ini menggunakan pirolisis katalitik, yaitu dilakukan proses pemanasan sehingga senyawa hidrokarbon panjang akan menjadi senyawa hidrokarbon yang pendek dengan menggunakan katalis zeolite alam selama 60 menit. Hasil dari proses tersebut akan dialirkan menuju kolom fraksionasi untuk dilakukan pemurnian dan pemisahan berdasarkan pada titik didih setiap komponennya. Pada penelitian akan dipelajari pengaruh temperatur operasi dan pengaruh ukuran katalis terhadap hasil Pirolisis-Fraksionasi Terpadu. Tingkatan temperatur yang digunakan pada penelitian ini sebesar 410, 450, 490, sedangkan ukuran partikel katalis zeolite sebesar 100/150 mesh dan 200/325 mesh. Analisis prosuk cair yang dihasilkan dari proses pirolisis-fraksionasi terpadu meliupti analisis viskositas, densitas, API Gravity dan kromatografi gasspektrometri massa (GC-MS). Hasil dari penelitian ini adalah bahan bakar cair hasil pirolisis-fraksionasi mendekati gasoline dan solar. Variasi temperatur, penambahan katalis serta ukuran katalis dapat mempengaruhi hasil pirolisis. Produk cair hasil pirolisis-fraksionasi terbaik dengan perolehan 85,11% Kata kunci: katalis, minyak pelumas bekas, Pirolisis-Fraksionasi Terpadu, zeolite alam