// <![CDATA[MORTAR GEOPOLIMER DENGAN MENGGUNAKAN LIMBAH KERAMIK SANITER DAN BATA MERAH]]> Euneke Widyaningsih, S.T., M.T. Dosen Pembimbing 1 MUHAMMAD LUTFI MUBAROK / 222019200 Penulis
Pembangunan infrastruktur Indonesia mengandalkan beton dan mortar yang terbuat dari semen Portland. Namun, memproduksi semen Portland memiliki dampak lingkungan yang negatif, termasuk emisi gas rumah kaca. Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan bahan limbah seperti keramik saniter dan batu bata merah untuk menggantikan semen Portland sebagai precursor, selain itu limbah tersebut dapat menggantikan pasir sebagai agregat halus. Mortar geopolimer adalah mortar yang material utamanya mengandung bahan yang bersifat pozolan. Material alternatif pengganti semen biasanya menggunakan abu terbang (fly ash). Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui pengaruh campuran prekusor (fly ash) dan agregat halus menggunakan keramik saniter dan bata merah dengan variasi 0%, 25%, dan 50% pada mortar geopolimer umur 7,14, dan 28 hari terhadap kuat tekan mortar. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen. Hasil dari penelitian ini, pada substitusi fly ash variasi 25% keramik saniter didapatkan kuat tekan optimum dengan nilai sebesar 40,24 MPa dan untuk 25% bata merah dengan nilai sebesar 34,43 MPa. Pada substitusi agregat halus kuat tekan optimum sebesar 47,44 MPa untuk 50% keramik saniter dan 33,52 MPa untuk 25% bata merah.