// <![CDATA[ANALISIS PENGARUH SUBTITUSI PARSIAL VARIASI TEPUNG KACA TERHADAP KUAT TEKAN BETON GEOPOLIMER]]> Erma Desimaliana, S.T., M.T. Dosen Pembimbing 1 Sirait Kristin Angelika / 222019157 Penulis Mirara Khanza. S.T., M.T. Dosen Pembimbing 2
Salah satu masalah utama yang dihadapi adalah tingginya emisi karbon dioksida (CO2) yang dihasilkan semen selama proses pembangunan dan penggunaan gedung. Penelitian ini dilakukan dengan membuat perbandingan agregat dan bindernya sebesar 70%:30%, sebagai pengganti bahan pengikat digunakan fly ash dan tepung kaca yang direaksikan dengan alkali aktivator menghasilkan binder pada beton geopolimer. Alkali aktivator yang digunakan yaitu larutan NaOH konsentrasi 10M dan Larutan Na2SiO3 dengan perbandingan 1:3. Pada penelitian ini dilakukan variasi pada tepung kaca dan fly ash sebanyak 4 variasi benda uji dengan variasi A (0% tepung kaca dan 100% fly ash ), variasi B (10% tepung kaca dan 90% fly ash ), variasi C (15% tepung kaca dan 85% fly ash ), variasi D (25% tepung kaca dan 75% fly ash ), benda uji berbentuk silinder dengan ukuran 10 × 20 ???????? sebanyak 48 benda uji dan dilakukan perwatan beton dengan metode membran lalu dilakukan pengujian kuat tekan beton pada umur 7, 14, dan 28 hari . Berdasarkan hasil pengujian kuat tekan diperoleh grafik hubungan antara kuat tekan beton dan umur beton, didapat nilai kuat tekan beton tertinggi pada variasi B menunjukkan kekuatan tekan tertinggi pada pengujian 7 hari, 14 hari, dan 28 hari dengan nilai masing-masing sebesar 21,12 MPa, 26,80 MPa, dan 28,65 MPa.