// <![CDATA[URUTAN PRIORITAS PERBAIKAN PRODUK DENGAN MENGGUNAKAN METODE FAILURE MODE AND EFFECT ANALYSIS DAN ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (Studi Kasus di CV. Rabbani Asysa)]]> Ir. Yanti Helianty, M.T. Dosen Pembimbing 1 ANNISA SYAHARANI RASYADDIVA / 132018052 Penulis
Perusahaan perlu menjaga dan meningkatkan kualitas hasil produksinya dengan melakukan pengendalian kualitas. CV. Rabbani Asysa merupakan perusahaan pada bidang garment dengan produk andalan yaitu kerudung instan. CV. Rabbani Asysa telah melakukan pengendalian kualitas pada hasil produksinya. Namun berdasarkan data yang telah dikumpulkan ditemukan terjadinya produk defect pada hasil produksi kerudung instan ketika dilakukan proses quality control. Untuk itu perusahaan memerlukan upaya perbaikan untuk mengurangi terjadinya produk defect dengan menggunakan metode Failure Mode Effect Analysis (FMEA) dan metode Analytical Hierarchy Process (AHP). Penggunaan kedua metode dalam penelitian ini diharapkan dapat membantu manajemen dalam mengambil keputusan untuk menentukan prioritas perbaikan penyebab kegagalan produk, sehingga perusahaan dapat menjaga dan meningkatkan kualitas produksi yang pada akhirnya dapat mengurangi jumlah produk defect atau cacat. Urutan perbaikan proses sewing berdasarkan metode FMEA adalah jahitan jebol, jahitan tidak konsisten, jahitan meleset dan jahitan kerut, jahitan putus, jahitan kurang masuk, jahitan mengambang, dan jahitan loncat. Urutan perbaikan dengan metode FMEA memungkinkan failure mode memiliki nilai RPN yang sama, sedangkan urutan perbaikan dengan metode FMEA-AHP setiap failure mode memiliki nilai RPN yang berbeda karena perbedaan bobot kriteria. Urutan perbaikan berdasarkan metode FMEA-AHP adalah jahitan jebol, jahitan tidak konsisten, jahitan meleset, jahitan kerut, jahitan putus, jahitan kurang masuk, jahitan mengambang, dan jahitan loncat.