// <![CDATA[STRATEGI PERBAIKAN PROSES PRODUKSI BENANG MENGGUNAKAN METODE SIX SIGMA (STUDI KASUS:]]> Gita Permata Liansari, S.T., M.T. Dosen Pembimbing 2 Ir. Yanti Helianty, M.T. Dosen Pembimbing 1 FINAUDREY MEIGA NANDA / 132019005 Penulis
Sebuah perusahaan yang bergerak di bidang tekstil yang menghasilkan produk berbahan dasar polyester, salah satu produk yang dihasilkan adalah benang jenis Partially Oriented Yarns (POY). Produk ini masih memiliki masalah pada kualitas proses produksi dengan ditemukannya beberapa cacat pada produk seperti over thrown yarn, loop dan filamen yang patah. Sejak tahun 2016 perusahaan telah menggunakan metode six sigma dalam melakukan perbaikan kualitas secara berkesinambungan dengan pencapaian nilai sigma pada kisaran 3,6 - 4. Pada bulan April 2022 hingga Desember 2022 perusahaan mengalami penurunan nilai sigma hingga 3,45. Kondisi ini harus segera diatasi agar perusahaan tidak mengalami kerugian. Pada penelitian ini akan dilakukan identifikasi penyebab penurunan nilai sigma tersebut dengan menggunakan metode six sigma. Dan untuk tahap Analysis menggunakan metode FMEA (Failure Mode and Effect Analysis). Berdasarkan hasil perhitungan Risk Priority Number (RPN) diperoleh 4 jenis cacat dari 11 CTQ yang diprioritaskan untuk dilakukan strategi perbaikan segera. Dengan strategi tersebut, peningkatan kualitas produksi benang sehingga perbaikan yang berkelanjutan akan meningkatkan nilai sigma yang pada akhirnya akan memberikan keuntungan bagi perusahaan.