// <![CDATA[MODEL PENINGKATAN KINERJA PADA AGRIBISNIS KAKAO DENGAN AGENT BASED MODELING DI KABUPATEN BATANG, JAWA TENGAH]]> Ir. Dwi Novirani M.T. Dosen Pembimbing 1 BACHTIAR IBNUMUFLIH / 132019135 Penulis
Kakao merupakan komoditas unggulan perkebunan di Indonesia, menempati urutan ketujuh sebagai produsen biji kakao terbesar dunia tahun 2021/2022. Namun, baik dari segi produksi maupun kualitas kakao yang menjadi indikator kinerja agribisnis kakao mengalami penurunan, termasuk di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, yang menerapkan sistem rantai pasok lengkap. Untuk meningkatkan kinerja, penelitian ini merancang model berbasis agen dengan Agent Based Modeling Simulation (ABM) dan menggunakan aplikasi Anylogic. ABM diterapkan pada proses keputusan agen, dan interaksi antar agen yang akan mempengaruhi pengambilan keputusan. Model ini mempertimbangkan faktor treesshold, pendapatan petani, interaksi dalam penjualan kepada Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) atau pengepul desa, interaksi antar agen untuk mempengaruhi petani menerapkan pemangkasan, serta interaksi tawar menawar harga penjualan kakao.Dalam penelitian ini memiliki 3 skenario yaitu skenario existing, skenario 2 dan skenario 3. Skenario yang terpilih adalah skenario 3 dan berdasarkan hasil simulasi Skenario 3 dengan agen, petani, pengepul, pedagang besar, pabrik pengolah kakao, dan gapoktan. Skenario ini menghasilkan menghasilkan jumlah produksi dalam setahun sebesar 346.307,67 kg. Hasil simulasi skenario 3 dengan menjual kepada gapoktan dan pengepul mendapatkan keuntungan total sebanyak Rp11.120.000.000,00. Pada skenario ini juga menghasilkan kakao fermentasi sebanyak 258.437,71 kg.