// <![CDATA[MODEL PENGAMBILAN KEPUTUSAN PENINGKATAN KUALITAS PASCAPANEN BIJI KAKAO MENGGUNAKAN AGENT BASED MODELLING DI KABUPATEN BATANG]]> Ir. Dwi Novirani, M.T. Dosen Pembimbing 1 RIFKY ACHMAD FAUZI / 132019147 Penulis
Kakao merupakan produk penting dalam sektor pertanian Indonesia dan memegang peranan penting dalam perekonomian. Produksi kakao pada tahun 2021 mengalami penurunan selama 3 tahun berturut-turut. Kualitas kakao Indonesia, terutama yang berasal dari perkebunan kecil, cenderung rendah. Upaya peningkatan mutu biji kakao dilakukan melalui pengolahan pasca panen sesuai standar operasional prosedur (SOP). Untuk meningkatkan kualitas, diperlukan model pengambilan keputusan yang partisipatif agar petani dapat memahami dampak peningkatan kualitas biji kakao terhadap pendapatan mereka. Metode Agent Based Modelling digunakan untuk memodelkan skenario pengambilan keputusan. Skenario usulan kedua adalah mengadopsi prosedur operasi standar terbaik, yaitu Standar Operasional Prosedur Sempurna. Dalam satu tahun penerapan skenario ini, total pendapatan keseluruhan petani mencapai Rp. 7.635.000.000. Terjadi peningkatan pendapatan sebesar Rp. 705.000.000 atau 10,13% dibandingkan dengan skenario eksisting. Sementara itu, total biaya produksi petani dalam setahun mencapai Rp. 1.045.000.000. Terjadi peningkatan biaya sebesar Rp. 870.600.000 atau 499,20% dari skenario eksisting.Pada hari ke-365, mayoritas petani telah menerapkan pascapanen dengan Standar Operasional Prosedur Sempurna, hanya 6 petani yang tidak menerapkannya, dan 219 petani telah berhasil menerapkan Standar Operasional Prosedur Sempurna. Persentase petani yang beralih ke Standar Operasional Prosedur Sempurna mencapai 97,33%, sementara 2,77% masih menggunakan Standar Operasional Prosedur yang tidak sempurna. Rata-rata, petani mengunjungi GAPOKTAN (Gabungan Kelompok Tani) sebanyak 4 kali. Dengan demikian, langkah-langkah strategis seperti penerapan Standar Operasional Prosedur Sempurna mampu meningkatkan mutu dan kualitas produksi kakao, berdampak positif pada pendapatan petani, dan mengoptimalkan kegiatan pertanian dalam sektor kakao di Indonesia secara jangka panjang.