// <![CDATA[USULAN JUMLAH STASIUN KERJA LINTASAN PERAKITAN EXCAVATOR 200 MENGGUNAKAN MODEL SIMPLE ASSEMBLY LINE BALANCING PROBLEM (STUDI KASUS PT PINDAD (PERSERO))]]> Fifi Herni Mustofa, S.T., M.T. Dosen Pembimbing 1 NOVIAN DWI HIDAYAH / 132019169 Penulis
PT Pindad (Persero) merupakan Badan Usaha Milik Negara dibidang industri dan manufaktur yang bergerak dalam pembuatan produk militer dan komersial di Indonesia, khususnya dalam pembuatan senjata, amunisi, kendaraan khusus, dan peralatan lainnya. PT Pindad (Persero) melalui Divisi Alat Berat menciptakan produk ekskavator dengan merk Excava 200. Permasalahan yang terjadi pada lini produksi Excava 200 adalah rendahnya tingkat efisiensi lini karena perbedaan waktu stasiun kerja yang signifikan, sehingga permintaan konsumen tidak dapat terpenuhi, saat ini lini perakitan Excava 200 terdapat 15 stasiun kerja. Tujuan dari penelitian ini adalah menyeimbangkan lini perakitan Excava 200 agar lintasan perakitan lebih efisien dengan meminimasi jumlah stasiun kerja. Penelitian ini menggunakan metode analitik model matematik Simple Assembly Line Balancing Problem dengan membatasi fungsi tujuan dan fungsi kendala. Lingo 18.0 sebagai software pengolahan data, efisiensi lini mengalami peningkatan setelah dilakukannya penyeimbangan lintasan yang semula 74,26% menjadi sebesar 92,82%. Balance delay mengalami penurunan semula 25,74% menjadi 7,18% dan nilai indeks kelancaran (smoothness index) yang semula 199,31 menjadi 72,63. Jumlah stasiun kerja semula 15 menjadi 12 stasiun kerja. Berdasarkan perubahan nilai performansi tersebut, dapat disimpulkan bahwa lini perakitan usulan lebih baik dibanding lini perakitan aktual.