// <![CDATA[PERENCANAAN SISTEM DRAINASE BERKELANJUTAN DI DAS CINAMBO MENGGUNAKAN SOFTWARE SWMM 5.2]]> 0403047803 - Dr. M Rangga Sururi, S.T., M.T., Dosen Pembimbing 1 Fauzi Fadlurrohman / 252017037 Penulis
Bagian timur Kota Bandung memiliki Daerah Aliran Sungai (DAS) Cinambo seluas 17,64 km2. Perubahan lahan yang disebabkan oleh urbanisasi dan perluasan populasi di DAS Cinambo telah menyebabkan banjir akibat meningkatnya limpasan air. Perencanaan sistem drainase berkelanjutan berbasis model pembangunan berdampak rendah (LID) dapat mengurangi kemungkinan terjadinya banjir dengan cara menangkap dan menggunakan curah hujan. Simulasi Storm Water Management Model (SWMM) 5.2 dan tiga skenario pengurangan limpasan air, yaitu (1) sistem drainase tanpa model LID, (2) sistem drainase dengan sistem pemanenan air hujan (PAH), dan (3) sistem drainase dengan sistem PAH dan kolam retensi, menjadi dasar dalam perencanaan sistem drainase dengan model LID. Setiap skenario akan dianalisis dan skenario dengan pengurangan limpasan terbesar akan dipilih untuk merencanakan sistem drainase. Berdasarkan hasil pengkajian, DAS Cinambo rata-rata menghasilkan 24.126,85 m3 limpasan. Sebanyak 72% jumlah limpasan tersebut dapat dikurangi menggunakan skenario ketiga menjadi 6.541,48 m3. Pengurangan limpasan pada skenario ketiga tersebut dapat berkurang dengan sejumlah komponen, yaitu: saluran drainase terbuka berbentuk persegi dengan koefisien manning 0,011 yang berdimensi 0,4x0,5 meter di jalan lokal dan 1x1 meter di jalan arteri, sistem PAH di permukiman pada bagian tengah dan hilir DAS yang berjumlah 10.605 buah dengan kapasitas 1 m3, serta tiga kolam retensi di Kecamatan Gedebage dengan dimensi 40x30x3 meter yang berkapasitas 3.600 m3 Kata kunci : Drainase, SWMM, LID, Pemanenan Air Hujan, Kolam Retens