// <![CDATA[IDENTIFIKASI LOGAM BERAT DI SUNGAI CITARUM SEGMEN KABUPATEN PURWAKARTA DENGAN METODE ATOMIC ABSORPTION SPECTROFOTOMETRY (AAS)]]> 0403097502 - Dr. Eka Wardani S.T,.M.T Dosen Pembimbing 1 RAGIL NAGA LANANG / 252018006 Penulis Dr. Eng. Diana Rahayuning Wulan, M.T Dosen Pembimbing 2
Pemantauan kualitas sungai di Indonesia masih didominasi oleh pemeriksaan konsentrasi polutan dalam air sungai. Pada saat yang sama, sedimen juga penting dalam memberikan gambaran tentang dampak berbagai polutan yang masuk ke dalam perairan. Diperlukan tinjauan mengenai status pencemaran logam berat berdasarkan hal tersebut. Pencemaran logam berat dalam endapan sungai dapat menjadi masalah karena berdampak negatif bagi organisme hidup. Hal ini juga dapat mengungkapkan pencemaran perairan berdasarkan kedalamannya. Parameter yang digunakan dalam penelitian ini untuk menentukan status pencemaran logam berat adalah Fe, Cd, Cr, Cu, Hg, Pb, dan Zn pada kedalaman 40-60 cm. Sampel sedimen diambil dari 3 lokasi di Sungai Citarum, segmen Kabupaten Purwakarta. Rata-rata konsentrasi logam berat yang diukur dalam (mg/kg) pada bulan Oktober 2022 adalah Fe: 527,425; Cd: <0,002; Cr: 0,214; Cu: 0,153; Hg: 0,012; Pb: 0,052; Zn: 1,671 dan pada bulan November 2022 adalah Fe: 496,161; Cd: <0,002; Cr: 0,214; Cu: 0,164; Hg: 0,009; Pb: <0,03; Zn: 1,442. Perhitungan Faktor Pencemar, Indeks Beban Pencemaran, dan Indeks Geoakumulasi digunakan untuk menentukan status pencemaran logam berat di sedimen Sungai Citarum. Contaminant Factor menunjukkan bahwa sedimen tersebut memiliki tingkat pencemaran rendah, kecuali untuk parameter Hg yang dikategorikan sebagai pencemaran sedang. Pollution Load Index menunjukkan bahwa sedimen logam berat di Daerah Aliran Sungai Citarum tidak tercemar