// <![CDATA[PENGGUNAAN DATA SATELIT AEROSOL OPTICAL DEPTH (AOD) DALAM MEMPERKIRAKAN KONSENTRASI PARTIKULAT (PM2.5 DAN PM10) DI AREA TERDAMPAK KEBAKARAN HUTAN (STUDI KASUS:]]> 0409058001 - Mila Dirgawati, ST., MT., Ph.D. Dosen Pembimbing 1 NABILA AYU LARASATI / 252016039 Penulis
Kota Pekanbaru merupakan salah satu kota di Indonesia yang selalu mengalami kebakaran hutan setiap tahun. Salah satu parameter pencemar udara yang disebabkan oleh peristiwa kebakaran hutan adalah partikulat, seperti PM10 dan PM2.5. Aerosol optical depth (AOD) dari satelit merupakan salah satu cara untuk memperkirakan konsentrasi partikulat dengan memanfaatkan sifat optik aerosol. Penelitian ini dilakukan untuk melihat hubungan AOD dan partikulat dari koefisien determinasi (R2), dan melihat sebaran partikulat hasil dari perhitungan persamaan regresi linier AOD dan partikulat. Model persamaan regresi linier sederhana digunakan untuk mendapatkan nilai R2. Faktor meteorologi yang dipertimbangkan adalah kelembapan relatif (RH) dan kecepatan angina (WS). Dari persamaan regresi linier sederhana, didapatkan bahwa AOD dapat mewakili konsentrasi partikulat lebih dari 95% sehingga menunjukkan bahwa nilai AOD dapat digunakan untuk memperkirakan konsentrasi partikulat di Kota Pekanbaru. Kata kunci: PM10, PM2.5, AOD, MODIS, MAIAC, hubungan, kebakaran hutan, Kota Pekanbaru