// <![CDATA[IDENTIFIKASI DAMPAK ATMOSFER DAN AIR PERKEBUNAN KELAPA SAWIT DENGAN PENDEKATAN LIFE CYCLE ASSESSMENT (LCA) (STUDI KASUS:]]> 0421077802 - Kancitra Pharmawati ST, MT. Dosen Pembimbing 1 ARIFIANADA AZHARY HANDRIANI / 252016101 Penulis
Ekspor CPO mengalami penurunan dari 25,94 juta ton menjadi 25,62 juta ton di tahun 2020-2021. Kualitas CPO Indonesia mengalami penurunan, yang mengakibatkan berkurangnya permintaan pasar Uni Eropa karena mandat energi terbarukan Uni Eropa 2020. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi dampak atmosfer dan air dari perkebunan kelapa sawit hingga produksi CPO (cradle to gate). Pendekatan sistematis yang dapat digunakan adalah Life Cycle Assessment (LCA). LCA didasarkan pada ISO 14040, yang terdiri dari 4 (empat) tahap, yaitu penentuan tujuan dan ruang lingkup, analisis inventarisasi, penilaian dampak, dan interpretasi. Dalam pengelolaan data, digunakan perangkat lunak OpenLCA yang merupakan basis data sumber terbuka yang dikembangkan oleh GreenDelta. Penilaian dampak yang dilakukan dalam analisis ini yang termasuk dalam metode CML-IA (baseline), yaitu freshwater ecotoxicity, Global Warming Potential (GWP), Acidification, dan Eutrophication. Nilai-nilai yang diperoleh dari analisis normalisasi, secara berurutan dari yang terbesar hingga yang terkecil, adalah sebagai berikut: Freshwater Ecotoxicity (1,47 x 10-5), Global Warming Potential (GWP) (1,85x10-6), Eutrofikasi (2,23x10-6), dan Asidifikasi (7,40x10-7). Dampak yang paling signifikan adalah freshwater ecotoxicity.Tingginya ini disebabkan oleh penggunaan listrik dari kelapa sawit yang diasumsikan seluruhnya dihasilkan dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Suralaya yang menggunakan batubara sebagai bahan bakar utamanya. Kata Kunci: Life Cycle Assessment, Kelapa Sawit, LCA, CPO, Inti Sawit, GWP, Cradle to Gate