// <![CDATA[STUDI PENURUNAN BEBAN EMISI PARTIKULAT PADA PLTU BERBAHAN BAKAR BATU BARA DI INDONESIA]]> 0409058001 - Mila Dirgawati, ST., MT., Ph.D. Dosen Pembimbing 1 Ghita Muthiawaty / 252018021 Penulis
Kapasitas pembangkit listrik di Indonesia dominan disuplai oleh Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) berbahan bakar batu bara. Salah satu beban emisi yang dihasilkan dari proses pembakaran PLTU batu bara adalah partikulat (PM2,5, PM10, karbon hitam, dan karbon organik). Perlunya menindaklanjuti dampak akibat emisi tersebut dengan membuat skenario penurunan dan inventarisasi beban emisi. Target tahun skenario dilakukan pada tahun 2025 dan 2030 yang mengacu pada RUPTL. Tujuan penelitian adalah menginventarisasi beban emisi partikulat pada kondisi Business as Usual (BaU) dan menentukan skenario penurunan paling efektif. Beban polusi partikulat dihitung dengan metode inventarisasi emisi sesuai buku kerja Atmosphere Brown Cloud (ABC-EIM). Skenario dilakukan terhadap teknologi pengendangan yaitu Electrostatic Precipitator (ESP) dan teknologi bahan bakar biomassa yaitu sekam padi. Hasil inventarisasi beban emisi partikulat kondisi BaU yaitu tahun 2025 PM2,5 dan PM10 sebesar 68.246 ton/tahun, karbon hitam 493 ton/tahun, karbon organik 2.252 ton/tahun. Tahun 2030 PM2,5 dan PM10 sebesar 87.292 ton/tahun, BC sebesar 631 ton/tahun, OC sebesar 2.881 ton/tahun. Skenario yang paling efektif dilakukan yaitu skenario menggunakan ESP. Kata kunci: PLTU, Emisi Partikulat, Inventarisasi, Biomassa, ESP