// <![CDATA[PENENTUAN STATUS EKOSISEM EMBUNG CIBABAT KOTA CIMAHI]]> 0403097502 - Dr. Eka Wardani S.T,.M.T Dosen Pembimbing 1 TRI RIZKI NOPIYANI / 252018023 Penulis
Di Kota Cimahi keadaan air sungai dalam status cemar serta kondisi muka air tanah pada beberapa wilayah telah mengalami penurunan muka air, sehingga untuk mengantisipasi kurangnya air bersih Dinas Lingkungan Hidup merencanakan revitalisasi embung, salah satunya ialah Embung Cibabat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi ekosistem embung berdasarkan 3 aspek yaitu ekosistem akuatik, ekosistem sempadan, dan ekosistem terestrial sehingga dapat merekomendasikan upaya pengelolaan. Rekomendasi upaya pengelolaan dimulai dari analisis dari setiap ekosistem. Ekosistem akuatik hasil obsevasi lapangan, pengamatan laboratorium dan wawancara pada parameter jejaring makanan terancam, tutupan tumbuhan air rusak, alga/ganggang biru baik, sedangkan hasil analisa mutu air dengan mengacu pada PermenLh No. 115 Tahun 2015 dalam kondisi cemr serta hasil penentuan status trofik engan perhitungan TSI dan metode UNEP/ILEC menunjukkan hyperetrof yang berarti rusak. Hasil analisis pada ekosistem sempadan untuk parameter sempadan embung dan pebuangan limbah pada kondisi rusak. Ekosistem terestrial pada parameter penutupan vegetasi terancam, dampak pendangkalan serta pembuangan limbah dalam kondisi rusak. Parameter dengan kategori terancam hingga rusak perlu dilakukan pengelolaan. Berdasrkan hasil perhitungan potensi beban pencemar, sektor domestik merupakan poteni beban pencemar tertinggi sehingga mempengaruhi kerusakan ekosistem embung. Rekomendasi upaya yang diberikan ialah dengan perencanaan SPALD-T, pengerukan sedimen dan tumbuhan air, pemagaran pada sekitar embung dan menutup permanen akses limbah yang masuk serta melakukan koordinasi antara pengelola dan dinas lingkungan hidup untuk membuat kebijakan Kata Kunci : Embung Cibabat, Ekosistem akuatik, Ekosistem Sempadan, Ekosistem Terestrial, Rekomendasi upaya pengelolaan.