// <![CDATA[KAJIAN ARAHAN STRATEGI PENANGANAN SAMPAH MAKANAN RUMAH TANGGA DI KAWASAN PERKOTAAN KABUPATEN BANDUNG]]> 0416087701 - Siti Ainun , S.T., S.Psi, M.Sc Dosen Pembimbing 1 NANDA RIZKYANA / 252018028 Penulis
Pengurangan sampah makanan masuk ke dalam target Sustainable Development Goals (SDGs) 2030. Kabupaten Bandung dengan jumlah penduduk tertinggi di Kawasan Perkotaan Cekungan Bandung belum memiliki strategi penanganan sampah makanan. Penelitian ini memiliki tujuan sebagai penelitian pendahuluan untuk menginventarisasi timbulan dan komposisi serta mengidentifikasi penanganan sampah makanan di masyarakat. SNI 19-3964-1994 dan ASTM E1109-86 digunakan sebagai acuan dalam mengukur timbulan dan komposisi, dan food waste hierarchy akan digunakan dalam penyusunan kuesioner. Analisis menggunakan metode analisis SWOT dalam membuat arahan strategi penanganan sampah makanan. Rumah tangga di Kabupaten Bandung menghasilkan sampah makanan sebesar 383,83 ton/hari atau 42,7% dari total sampah dengan 0,123 kg/orang/hari. Sementara berdasarkan tingkat ekonomi, penghasil timbulan sampah makanan tertinggi oleh tingkat ekonomi low income, diikuti dengan high income dan medium income. Pada tahap pre consumer waste, masyarakat memiliki penanganan sampah makanan dengan kategori sangat baik terutama pada aspek kegiatan konsumsi, tetapi memiliki kategori kurang baik untuk aspek kegiatan belanja, penyimpanan, dan persiapan makanan. Pada tahap post consumer waste, kategori sangat baik ditemukan pada kegiatan redistribusi makanan dan kategori kurang baik utuk kegiatan pemilahan, pakan ternak, dan daur ulang. Berdasarkan hasil analisis SWOT, arahan strategi penanganan sampah makanan di Kabupaten Bandung adalah dengan melakukan perubahan perilaku masyarakat, meningkatkan fasilitas pengolahan sampah makanan, penguatan regulasi, memaksimalkan pendanaan, dan meningkatkan pemanfaatan sampah makanan. Kata kunci: Analisis SWOT; food waste hierarchy; sampah makanan; penanganan sampah mak