// <![CDATA[IMPLEMENTASI RESILIENSI SISTEM PADA ARSITEKTUR MICROSERVICE MENGGUNAKAN FAKTOR FAULT TOLERANCE (Studi Kasus:]]> PRAMBUDHI WIBOWO PANDJI / 162019018 Penulis Kurnia Ramadhan Putra, S.Kom., M.T. Dosen Pembimbing 1
Dalam merancang suatu sistem terdapat tahapan yang penting seperti tahapan desain karena sebagai tolok ukur dalam membuat sistem atau aplikasi. Pada institusi Institut Teknologi Nasional Bandung (Itenas) terdapat sistem presensi yang membantu mahasiswa untuk mencatat kehadirannya yang dependen dengan sistem SIKAD Itenas. Sistem Presensi yang dependen dengan SIKAD memiliki beberapa gangguan, diantaranya adalah sistem gagal menangani beban pengguna yang digantikan oleh mengisi kehadiran melalui kertas sehingga memiliki resiliensi yang rendah. Resiliensi pada sistem mengacu pada sebuah kemampuan untuk mempertahankan kinerja suatu layanan di tingkat yang bisa diterima yang memiliki kaitan dengan reliability. Kemampuan reliability yang tinggi dapat diperoleh dengan membangun sistem yang besar dari komponen – komponen kecil dan sederhana dengan antarmuka yang bersih (microservice) yang dirancang untuk menangani kegagalan (fault tolerance) yang dapat dicapai dengan menggunakan circuit breaker. Sistem microservice dirancang menggunakan Microservice Migration Pattern untuk mencapai resiliensi dan mendukung circuit breaker yang menghasilkan dapat menanggulangi kegagalan berjenjang (cascading failure) karena melakukan fail fast melalui metode fallback saat kondisi circuit breaker Open dan mengembalikan ketersediaan sistem saat kondisi Half-open sehingga menunjang resiliensi pada sistem karena dapat memulihkan ketersediaan dari servis saat kegagalan terjadi sehingga memiliki kemampuan untuk mempertahankan kinerja dari sistem yang dapat diterima.