// <![CDATA[PREDIKSI AREA RAWAN LONGSOR DENGAN METODE PEMBOBOTAN (Studi Kasus :]]> Ilham Zakiyyan Shidqi / 232016022 Penulis Dr. Ir. Hary Nugroho, M.T. Dosen Pembimbing 1
Indonesia merupakan negara yang memiliki wilayah yang sering mengalami bencana alam. Pada wilayah yang bergunung atau berbukit bencana yang sering terjadi adalah bencana longsor. Untuk itu Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) sebagai lembaga yang bertanggung jawab dalam penanggulangan bencana merasa perlu untuk dapat mengetahui bagaimana prediksi kejadian longsor di setiap wilayah di Indonesia sebagai langkah mitigasi. Dalam pembuatan prediksi daerah longsor, banyak metode yang dapat diterapkan, salah satunya adalah dengan menggunakan model pembobotan dengan bantuan platform Geographic Information System (GIS). Pada penelitian ini dilakukan pembuatan Peta Kerawanan Longsor dengan menerapkan metode ini, dimana bobot yang digunakan mengacu pada ketentuan dari PUSLITANAK dan DVMBG Badan Geologi. Wilayah kajian penelitian ini adalah Kabupaten Bandung Barat, dengan data yang digunakan meliputi data kelerengan, penggunaan tanah, jenis tanah, jenis batuan dan curah hujan. Hasil penelitian ini membagi area penelitian menjadi 3 kategori yaitu, Kurang Rawan, Rawan dan Sangat Rawan. Berdasarkan hal ini maka dapat dikatakan bahwa Peta Kerawanan Longsor ini cukup representatif mewakili prediksi kejadian longsor berdasarkan jumlah kejadian longsor yang terjadi di wilayah Rawan dan Sangat Rawan mencapai 599 kejadian dari 800 kejadian longsor di masa lampau.