// <![CDATA[ANALISIS POTENSI HYDROCHAR SAMPAH POPOK BAYI MENGGUNAKAN TEKNOLOGI HIDROTERMAL KARBONISASI MENJADI BAHAN BAKAR BRIKET]]> 0401077404 - Yulianti Pratama , ST MT Dosen Pembimbing 1 Djaenudin, ST.,MT Dosen Pembimbing 2 GANIZ AMARANTHI PUTRI / 252018077 Penulis
Sampah popok bayi sekali pakai merupakan salah satu penyumbang utama dari timbulan sampah kota karena lebih praktis dan kinerja penyerapan yang lebih baik. Diperkirakan 1.451.024 popok per hari dihasilkan di Kota Bandung. Namun, hingga saat ini belum ada pengolahan sampah popok yang spesifik mampu menangani timbulan selain dibuang ke landfill. Salah satu teknologi pengolahan yang dinilai efektif mengatasi permasalahan sampah popok bayi adalah hidrotermal karbonisasi. Hidrotermal karbonisasi merupakan proses termokimia yang bertujuan untuk mengonversi sampah popok bayi menjadi hydrochar yang salah satunya dapat dimanfaatkan menjadi bahan baku briket. Proses hidrotermal karbonisasi membutuhkan media air yang sangat banyak, sehingga salah satu cara untuk menghemat biaya dan air yang digunakan adalah dengan resirkulasi. Variasi kondisi proses yang digunakan terdiri atas tiga temperatur (200, 225, 250°C); tiga waktu proses (15, 30, 45 menit); dan satu kali resirkulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan temperatur, waktu tinggal, dan perlakuan resirkulasi meningkatkan nilai kalor dan energy densification ratio, namun menurunkan yield hydrochar dan energy yield. Nilai yield, nilai kalor, energy densification ratio, dan energy yield tertinggi yang didapatkan secara berurutan: 20,88%; 6.147,572 kal/g; 1,237; 20,297%. Nilai kalor yang didapatkan sudah memenuhi SNI 4931:2010 Kata Kunci: sampah popok; hidrotermal karbonisasi; resirkulasi; hydrochar