// <![CDATA[PEMETAAN POLA DAN VARIASI ZONASI PENANGKAPAN IKAN CAKALANG DI INDONESIA TIMUR DENGAN DATA SATELIT MULTIDEKADE]]> Dr. rer. nat. Dian N. Handiani Dosen Pembimbing 1 MUHAMMAD SYAKIB / 232018039 Penulis
Salah satu jenis perikanan tangkap dengan nilai ekonomis tinggi adalah ikan cakalang. Jenis ikan ini tersebar, salah satunya di wilayah Indonesia bagian Timur yang dibagi menjadi tiga Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP): WPP714 (Laut Banda), WPP715 (Laut Maluku), dan WPP717 (Samudera Pasifik). Penelitian ini bertujuan mengestimasi dan memetakan zona potensi tangkapan ikan cakalang berdasarkan suhu permukaan laut (SPL) dan klorofil-a dalam variasi bulanan di tahun 2002-2003, 2012, dan 2022. Pengamatan parameter perairan laut tersebut menggunakan citra satelit (teknologi pengindraan jauh), sehingga mempermudah untuk mengestimasi zona penangkapan ikan cakalang dalam variasi temporal dan spasial. Hasil penelitian ini menunjukkan sebaran zona potensi keberadaan ikan cakalang di wilayah Indonesia Timur di tahun 2002-2003, 2012, dan 2022 memiliki luas dan area bervariasi. Lokasi tangkapan ikan cakalang terestimasi di WPP 715 di laut Maluku sepanjang tahun. Luas sebaran potensi keberadaan ikan tertinggi di tahun 2002-2003 pada bulan Oktober 2002 dan terendah bulan Juli 2002, sedangkan di tahun 2012 luas tertinggi di bulan Juni 2012 dan terendah di bulan Februari 2012, serta di tahun 2002 luas tertinggi di bulan Juli 2022 dan terendah di bulan Oktober 2022. Selanjutnya, hasil perbandingan zona potensi keberadaan ikan cakalang di tahun 2022 dengan lokasi tangkapan ikan dari Kementrian Kelautan dan Perikanan (KPP) tahun 2020 menunjukkan beberapa kesesuaian, dari total 159 lokasi tangkapan ikan yang tersedia di KKP, 94 (59%) lokasi berkesesuaian dengan lokasi potensi tangkapan ikan dalam penelitian ini, dan 65 (41%) lokasi lainnya tidak berkesesuaian. Harapannya, hasil ini dapat membantu pemerintah setempat dalam mengelola wilayah perikanan tangkapnya, sehingga dapat dimanfaatkan berkelanjutan.