// <![CDATA[PEMETAAN KERENTANAN FISIK, SOSIAL DAN EKONOMI AKIBAT BENCANA GUNUNG API SLAMET]]> 0411127504 - Dr.rer.nat. Dian Noor Handiani, S.Si., M.T. Dosen Pembimbing 1 GILANG RAHMAH NURULALAM / 232019079 Penulis
Gunung Api Slamet termasuk gunung api aktif di Jawa Tengah, dan sejak tahun 1772 sampai dengan tahun 2014 telah meletus sebanyak 44 kali. Cakupan wilayah administratif Gunung Api Slamet adalah Kabupaten Purbalingga, Banyumas, Brebes, Tegal dan Pemalang dengan total kecamatan sebanyak 94. Kerentanan terhadap bencana gunung api adalah kemampuan dari wilayah tersebut dalam menghadapi bencana gunung api yang ditentukan oleh faktor fisik, sosial dan ekonomi. Penelitian tugas akhir ini bertujuan memetakan kerentanan fisik, sosial, dan ekonomi dalam menghadapi dampak bencana Gunung Api Slamet. Pemetaan dilakukan dengan menggunakan data batas administrasi kabupaten di Jawa Tengah, peta KRB Gunung Slamet, kepadatan rumah, jumlah fasilitas umum, jumlah fasilitas kritis, rasio jenis kelamin, rasio kemiskinan, rasio kelompok umur, rasio orang cacat, luas lahan produktif dan nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Data-data tersebut dikaji secara fokus di area-area kecamatan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kerentanan fisik dengan kategori tinggi berada di 53 kecamatan, kategori sedang di 17 kecamatan dan kategori rendah di 24 kecamatan. Selanjutnya, kerentanan sosial dengan kategori tinggi berada di 66 kecamatan, kategori sedang di 18 kecamatan dan rendah di 9 kecamatan. Adapun, kerentanan ekonomi kategori tinggi berada di 18 kecamatan, sedang di 26 kecamatan dan rendah di 50 kecamatan. Berdasarkan kajian gabungan dari ketiga kerentanan tersebut didapatkan, area dengan kerentanan fisik tinggi, sosial tinggi, dan ekonomi tinggi ada di kecamatan: Paguyangan, Cilongok, Purwokerto Barat, Sumbang, dan Kemangkon. Sedangkan kerentanan gabungan antara kerentanan fisik rendah, sosial rendah dan ekonomi rendah berada di Kecamatan Songgom.