// <![CDATA[ANALISIS SPATIO-TEMPORAL URBAN SPRAWL MENGGUNAKAN CITRA SENTINEL-2 (STUDI KASUS:]]> 0411127504 - Dr.rer.nat. Dian Noor Handiani, S.Si., M.T. Dosen Pembimbing 1 LUTHFI HAFIZH / 232019060 Penulis
Metropolitan Bandung memiliki potensi menjadi sebuah metropolitan di Asia. Metropolitan ini mewakili karakteristik urbanisasi masif yang dipicu oleh pertumbuhan penduduk signifikan. Seiring pertumbuhan penduduk yang tinggi, maka kebutuhan lahan tempat tinggal juga tinggi. Kondisi ini berakibat pembangunan tidak lagi di area metropolitan Bandung, akan tetapi menyebar ke area pinggiran kota. Fenomena urban sprawl merupakan fenomena tidak terkendalinya pembangunan perkotaan dan urban sprawl dapat menjadi tantangan terbesar dalam perencanaan tata ruang Kabupaten Bandung. Penelitian ini bertujuan menghitung luas pertumbuhan ekspansi lahan terbangun, mengevaluasi kesesuaian tutupan lahan dengan pola ruang RTRW, mengidentifikasi pola spasial laju ekspansi lahan terbangun dan urban sprawl untuk kajian Kabupaten Bandung Metode penelitian yang digunakan adalah pehitungan ekspansi lahan terbangun dan indeks urban sprawl, serta analisis spasial menggunakan autokorelasi indeks Moran dan Local Indicator of Spatial Association (LISA). Hasil penelitian menunjukkan pertumbuhan lahan terbangun yang terjadi pada tahun 2017–2021 di Kabupaten Bandung sebesar 5.542,9 ha. Terdapat ketidaksesuaian lahan terbangun existing sebesar 9.936,68 ha di tahun 2021 terhadap pola ruang RTRW Kabupaten Bandung tahun 2016–2036. Pola spasial laju ekspansi lahan terbangun di Kabupaten Bandung memiliki pola yang ter kelompok dan pola spasial urban sprawl yang relatif mandiri dan tidak tergantung pada kecamatan tetangganya.