// <![CDATA[ANALISIS LAJU DEFORESTASI DI KABUPATEN LANDAK, PROVINSI KALIMANTAN BARAT BERBASIS ALGORITMA RANDOM FOREST MENGGUNAKAN GOOGLE EARTH ENGINE]]> 0407096502 - Dr. Dewi Kania Sari, Ir., M.T. Dosen Pembimbing 1 ANDRI OKTAVIAN / 232019075 Penulis
Hutan memiliki banyak sekali isu dan permasalahan dalam skala lokal maupun global. Contohnya adalah konflik administrasi, ketergantungan ekonomi pada kekayaan alam, perluasan wilayah pertanian, perkebunan, dan tambang, dan perubahan tutupan hutan menjadi area penggunaan lain atau deforestasi. Deforestasi didefinisikan sebagai perubahan secara permanen dari areal berhutan menjadi tidak berhutan dan lebih dominan disebabkan oleh faktor anthropogenic. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui laju deforestasi dan menggambarkan distribusi spasio-temporalnya di Kabupaten Landak, Provinsi Kalimantan Barat menggunakan citra Sentinel-2A pada periode tahun 2018–2022. Citra Sentinel-2A dilakukan prapengolahan yang terdiri dari clipping, filtering, dan mosaicking tanpa dilakukan koreksi karena citra sudah berada di Level 2. Proses klasifikasi dilakukan menggunakan metode supervised classification dengan algoritma Random Forest berbasis Google Earth Engine. Identifikasi deforestasi dilakukan dengan metode analisis GIS pada ArcGIS sedangkan perhitungan laju deforestasi dilakukan dengan menghitung selisih luas hutan awal dan akhir dibagi dengan periode waktu deforestasi. Penelitian ini menghasilkan 3 kelas klasifikasi, yaitu awan, hutan, dan nonhutan dengan Overall Accuracy (OA) rata-rata yang dihasilkan selama 2018-2022 adalah 91%. Laju deforestasi pada periode 2018–2020 adalah -49381,22 ha/tahun sedangkan periode 2020–2022 adalah -34492,93 ha/tahun. Kecamatan Ngabang dan Airbesar menjadi daerah dengan tingkat deforestasi tertinggi. Deforestasi sebagian besar terjadi dikarenakan perluasan perkebunan kelapa sawit, tambang bauksit, dan periode produksi pada hutan acacia.