// <![CDATA[KELEMBAGAAN DALAM PENGELOLAAN SAMPAH DI SPA GEDEBAGE KOTA BANDUNG MENGGUNAKAN METODE SOCIAL NETWORK ANALYSIS]]> Achmad Fauzan Iscahyono, S.T., M.P.W.K Dosen Pembimbing 1 DIVA AULIA / 242016018 Penulis
Pada tahun 2022, Kota Bandung memproduksi sampah sebesar 1.529 ton/hari dan menjadi penghasil sampah terbanyak ke TPPAS Regional Sarimukti (1.300 ton/hari). Hal ini membuktikan bahwa pengelolaan sampah belum optimal. Karena sampah hanya terolah 15% dari capaian 30%. Maka, sejak tahun 2015 DLH Kota Bandung membuat program penanganan sampah skala kawasan yang dikenal dengan Kawasan Bebas Sampah (KBS). Dengan melonjaknya sampah organik yang belum terolah, pada awal tahun 2022 lembaga ini melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak untuk membuat POO di SPA Gedebage. Namun, SPA Gedebage memiliki titik permasalahan pada aspek kelembagaan, yakni koordinasi antar lembaga pengelola di sekitar SPA Gedebage. Tujuan penelitian ini yaitu untuk memetakan tata kelola jejaring pengelolaan sampah di SPA Gedebage Kota Bandung. Metode pengumpulan data primer dilakukan dengan wawancara dan observasi lapangan. Sedangkan data sekunder dilakukan dengan studi literatur. Populasi yang diteliti adalah seluruh aktor yang terkait dalam pengelolaan sampah dengan pendekatan snowball sampling. Metode analisis yang digunakan yaitu analisis jejaring sosial dengan level sistem dan level aktor. Desain studi yang diterapkan adalah jaringan utuh (complete networks). Berdasarkan level sistem, diketahui bahwa intensitas komunikasi antar aktor tidak berlangsung dengan baik dan pada level aktor diketahui bahwa aktor yang paling banyak berperan adalah UPTD Pengelolaan Sampah Kota Bandung.