// <![CDATA[STUDI PERKEMBANGAN TRANSFORMASI JAKARTA SEBAGAI CAR-ORIENTED CITY MENUJU TRANSIT-ORIENTED CITY DITINJAU DARI PERKEMBANGAN PENGGUNA ANGKUTAN UMUM]]> 0422087601 - Ratna Agustina S.T., M.T., DEA., Ph.D Dosen Pembimbing 1 DILLA SYIFA NURFADILLAH / 242021047 Penulis
Pada awalnya, Jakarta menerapkan paradigma pembangunan yang berorientasi pada kendaraan pribadi, yaitu Car-Oriented City. Namun seiring perkembangan yang dialami Jakarta konsep tersebut tidak lagi relevan. Pada tahun 2018, pemerintah Provinsi DKI Jakarta mencanangkan perubahan paradigma pembangunan Jakarta menjadi Transit-Oriented City. Penggunaan angkutan umum dijadikan sebagai salah satu parameter dari capaian target transformasi tersebut, yaitu sebanyak 60% masyarakat pada tahun 2030 menggunakan angkutan umum. Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengidentifikasi perkembangan transformasi Jakarta sebagai Car-Oriented City menuju Transit-Oriented City ditinjau dari perkembangan pengguna angkutan umum. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif, melalui analisis statistik deskriptif, tabulasi silang dan uji Chi-Square, Analisis Trendline, dan Analisis Regresi Linear Sederhana terhadap variabel pengguna angkutan umum, perilaku perjalanan, karakteristik masyarakat, dan preferensi pemilihan moda. Saat ini pergerakan di DKI Jakarta masih didominasi oleh pengguna kendaraan pribadi. Perkembangan pengguna angkutan umum berdasarkan perubahan perilaku perjalanan di Jakarta pada tahun 2016-2023 hanya mencapai 6%. Pada tahun 2030 diperkirakan jumlah pengguna angkutan umum di Jakarta mencapai 49,16%, yaitu 10,84% lebih rendah dari yang ditargetkan. Maka, diperkirakan Jakarta tidak dapat mencapai target jumlah pengguna angkutan umum pada tahun 2030. Terdapat hubungan antara status perkawinan, status kepemilikan kendaraan, maksud perjalanan, biaya perjalanan serta preferensi kehandalan, biaya, dan efisiensi waktu dengan moda transportasi utama yang digunakan masyarakat umum di DKI Jakarta pada kondisi eksisting di tahun 2023.