// <![CDATA[ANALISIS KARBON DIOKSIDA (CO2) DAN KARBON MONOKSIDA (CO) DARI KEGIATAN MEMASAK RUMAH TANGGA BERBAHAN BAKAR LIQUEFIED PETROLEUM GAS (LPG), MINYAK TANAH, DAN KAYU BAKAR]]> 0409058001 - Mila Dirgawati, ST., MT., Ph.D. Penulis RIYANDA REVANOLIN / 252018058 Penulis
Kegiatan memasak yang dilakukan di rumah juga menjadi penyebab adanya pencemaran udara yang berdampak kepada kesehatan manusia jika tidak dikelola dengan baik. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui konsentrasi karbon dioksida (CO2) dan karbon monoksida (CO) yang dihasilkan dari kegiatan memasak di dalam rumah dengan menggunakan tiga bahan bakar berbeda yaitu LPG, minyak tanah, atau kayu bakar. Pengukuran dilakukan di 5 rumah. Pengukuran dilakukan dengan dua alat yaitu AirVisual Indoor (CO2) dan Bosean T-Z01 (CO2 dan CO). Ditemukan bahwa konsentrasi CO2 tertinggi berada di rumah yang menggunakan bahan bakar LPG yaitu sebesar 548,45 ppm sedangkan konsentrasi CO tertinggi berada di rumah dengan bahan bakar minyak tanah yaitu sebesar 5,15 ppm, namun pada kelima rumah tersebut konsentrasi CO dan CO2 rata-rata yang didapatkan tidak melewati baku mutu yang telah ditetapkan oleh Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1077 tahun 2011 tentang Pedoman Penyehatan Udara Dalam Ruang Rumah. Jam puncak konsentrasi CO atau CO2 yang terjadi didapati ketika aktivitas memasak sedang dilakukan. Adapun rasio CO/CO2 paling baik berada di rumah yang menggunakan bahan bakar LPG yaitu sebesar 0,006.