PENENTUAN TEMPERATUR OVERHEAT TERHADAP PERUBAHAN SIFAT MEKANIK BAJA SA213 T22
PLTU Batubara dengan kapasitas produksi 600MW mengalami tiga kali kebocoran dalam satu bulan pada secondary superheater tube (SSH), dimana salah satu kebocorannya terjadi pada tube pengganti kebocoran sebelumnya. Kegagalan terjadi akibat adanya eksfoliasi lapisan oksida hematit dan magnetit pada dinding dalam tube yang menghambat aliran pelepasan panas sehingga terjadi overheat. PLTU Batubara 600 MW ini dioperasikan dengan tekanan
operasi 160 bar yang menurut perhitungan pada material yang digunakan (SA213 T22) tidak diperbolehkan untuk beroperasi lebih dari 598,7℃ berdasarkan maximum allowable stress yang ditetapkan yaitu 24,1 MPa. Pembuktikan temperatur tersebut material diberikan perlakuan panas normalizing dengan pendinginan udara pada variasi temperature 568°C, 598°C, dan 628°C, lalu dilakukan pengujian sifat mekanik material meliputi uji tarik, uji
keras, dan analisa struktur mikro. Hasil dari pengujian yaitu temperatur 598°C merupakan temperatur overheat. Hal ini dibuktikan oleh penurunan nilai kekerasan menjadi 134,8±2,7 HV dan kekuatan tarik maksimum menjadi 344,4 HV yang jauh dibawah standarnya.
Detail Information
Citation
APA Style
. (2023).PENENTUAN TEMPERATUR OVERHEAT TERHADAP PERUBAHAN SIFAT MEKANIK BAJA SA213 T22 ().Teknik Mesin:FTI
Chicago Style
.PENENTUAN TEMPERATUR OVERHEAT TERHADAP PERUBAHAN SIFAT MEKANIK BAJA SA213 T22 ().Teknik Mesin:FTI,2023.Text
MLA Style
.PENENTUAN TEMPERATUR OVERHEAT TERHADAP PERUBAHAN SIFAT MEKANIK BAJA SA213 T22 ().Teknik Mesin:FTI,2023.Text
Turabian Style
.PENENTUAN TEMPERATUR OVERHEAT TERHADAP PERUBAHAN SIFAT MEKANIK BAJA SA213 T22 ().Teknik Mesin:FTI,2023.Text