// <![CDATA[DAMPAK KOMUNIKASI PERSUASIF TRAVELOKA PAYLATER STAYCATION TERHADAP PERILAKU KONSUMTIF MAHASISWA DI KOTA BANDUNG]]> 0411087201 - Rr. Rosa Karnita, S.Sn., M.Sn., Ph.D. Dosen Pembimbing 1 NINDI ISMA NURFITRIANA / 33-2019-151 Penulis
Terjadinya perubahan perilaku konsumen dari cara berwisata mengingat adanya pembatasan sistem perjalanan internasional akibat pandemi COVID-19, telah membawa peralihan menjadi perjalanan domestik yang dinilai lebih aman, nyaman dan dekat. Hal tersebut menjadikan aktivitas staycation marak dilakukan sehingga menjadi bagian dari gaya hidup baru yang digandrungi khususnya bagi Generasi Z. Didukung dengan masifnya berbagaimacam pesan iklan persuasif penawaran kegiatan staycation dengan penggunaan paylater diantaranya oleh Traveloka, disampaikan dengan nilai emosional yang bersinggungan langsung dengan realita. Fenomena ini menjadi sesuatu yang perlu diwaspadai sebagai bentuk upaya antisipasi dan mitigasi risiko khususnya bagi mahasiswa di Kota Bandung dalam berperilaku menghadapi kemudahan dari segi finansial. Adapun penelitian ini dirancang dengan penggunakan penelitian kualitatif deskriptif yang bersandar pada studi fenomenologi analisis tematik dan semiotika linguistik Saussure dengan penggunaan purposive sampling dimana ditujukan untuk dapat mengetahui pemaknaan dari fenomena yang terjadi berdasar dari dari sudut pandang partisipan. Berdasar pada penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa terdapatnya motif dari hasil komunikasi persuasif yang mengarah pada timbulnya perilaku konsumtif pada partisipan mahasiswa di Kota Bandung dalam penggunaan fitur Paylater dengan didominasi oleh kebutuhan sekunder, seperti membeli produk jasa akomodasi hotel, produk, untuk pemenuhan kebutuhan aktualisasi diri (self reward).