// <![CDATA[PERINGKAT LAHAN POTENSIAL PENAMBAHAN RUANG TERBUKA HIJAU PUBLIK TINGKAT KECAMATAN MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS DAN TOPSIS]]> 0418066502 - Dr. Sadar Yuni Rahardjo, Ir., MT. Dosen Pembimbing 1 RIZSMA MUGYA RACHMANI / 242019007 Penulis
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Kota Bandung 1996-2020, proporsi Ruang Terbuka Hijau di Kota Bandung 12,25% dan tidak sesuai dalam peraturan. Adanya tuntutan pemenuhan RTH seringkali mengakibatkan pemerintah mengabaikan penempatan yang efisien. Salah satu faktor penting yang sering diabaikan dalam penyediaan RTH adalah lokasi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Metode ini diambil dengan maksud untuk mengetahui lahan potensial penambahan Ruang Terbuka Hijau tingkat kecamatan di Kota Bandung dengan memberikan peringkat terhadap lahan potensial menggunakan Sistem Informasi Geografis dan Sistem Pendukung Keputusan berupa TOPSIS untuk menghasilkan nilai solusi ideal. Peringkat 1 ditempati oleh lokasi 24 yang memiliki nilai solusi ideal positif sebesar 0,005 dan solusi ideal negatif 1,005. Sedangkan peringkat 45 ditempati oleh lokasi 25 yang memiliki nilai solusi ideal positif sebesar 1,006 dan solusi ideal negatif sebesar 0,003. Penggunaan metode TOPSIS dan Sistem Informasi Geografis berhasil membuat peringkat alternatif 45 lahan potensial penambahan RTH tingkat kecamatan di Kota Bandung dengan mengolah 2 kriteria yang berbeda yaitu status kepemilikan lahan dan jarak lahan potensial ke pusat kecamatan.